
Kenaikan Harga Pangan Strategis di Awal Tahun 2026
Pada awal tahun 2026, sejumlah harga pangan strategis di Indonesia mengalami kenaikan secara nasional. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, berbagai komoditas seperti beras, telur ayam, cabai, dan minyak goreng tercatat mengalami peningkatan harga.
Harga Beras yang Naik
Harga rata-rata beras kualitas bawah I naik tipis sebesar 0,35% menjadi Rp14.200 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah II meningkat sebesar 3,82% menjadi Rp14.950 per kilogram.
Beras kualitas medium I juga mengalami kenaikan sebesar 4,81% menjadi Rp16.350 per kilogram. Untuk beras kualitas medium II, harga rata-ratanya naik 6,23% atau sebesar Rp950 menjadi Rp16.200 per kilogram.
Selain itu, beras kualitas super I mengalami kenaikan sebesar 4,23% atau Rp700 menjadi Rp17.250 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super II juga naik 4,04% atau Rp650 menjadi Rp16.750 per kilogram.
Perubahan Harga Bawang dan Telur Ayam
Komoditas bawang merah ukuran sedang mengalami kenaikan sebesar 5,58% menjadi Rp53.900 per kilogram. Sementara itu, harga rata-rata bawang putih ukuran sedang naik 8,17% menjadi Rp42.350 per kilogram.
Untuk pangan yang berasal dari protein hewani, harga rata-rata telur ayam ras segar naik 3,36% menjadi Rp33.850 per kilogram. Di sisi lain, daging ayam ras segar turun 3,97% menjadi Rp42.350 per kilogram.
Kenaikan Harga Daging Sapi
Harga rata-rata daging sapi kualitas 1 naik 1,68% dan kini dibanderol Rp142.150 per kilogram. Sama halnya dengan daging sapi kualitas 2 dengan rata-rata harganya Rp131.400 per kilogram atau naik Rp1.300.
Perubahan Harga Cabai
Beberapa jenis cabai mengalami fluktuasi harga. Harga rata-rata cabai merah besar turun 1,91% menjadi Rp48.850 per kilogram. Cabai rawit hijau turun 11,47% menjadi Rp47.850 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun tipis 0,63% menjadi Rp70.500 per kilogram. Namun, untuk cabai merah keriting, harga rata-ratanya melambung 11,24% menjadi Rp56.400 per kilogram.
Kenaikan Harga Gula dan Minyak Goreng
Data menunjukkan bahwa harga rata-rata gula pasir lokal naik 2,75% menjadi Rp18.650 per kilogram. Sementara itu, gula pasir kualitas premium juga melambung 8,04% menjadi Rp21.500 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga rata-rata minyak goreng curah naik 5,53% menjadi Rp20.050 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek 1 meningkat 2,65% menjadi Rp23.250 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 2 turut naik 3,28% menjadi Rp22.050 per kilogram.
Kesimpulan
Kenaikan harga pangan strategis pada awal tahun 2026 menunjukkan adanya tekanan inflasi di sektor pangan. Hal ini memengaruhi daya beli masyarakat dan perlu diwaspadai oleh pemerintah serta pelaku usaha agar dapat menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar