
Perayaan Hari Amal Bakti ke-80 di Kabupaten Natuna
Puncak perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Acara tahunan ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat integritas para aparatur serta meningkatkan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat.
Peringatan HAB tahun ini digelar di Lapangan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto bertindak sebagai pembina upacara. Acara berlangsung khidmat dan tertib, dengan peserta upacara yang terdiri dari jajaran ASN Kemenag, KUA, madrasah, hingga siswa-siswi. Mereka tampak mengenakan seragam putih hitam dan sekolah, menunjukkan kesatuan dan kekompakan.
Pengibaran bendera Merah Putih berjalan lancar, disertai dengan semangat kerja di wilayah perbatasan yang khas. Dalam amanatnya, Sekda Natuna membacakan sambutan Menteri Agama RI, yang menegaskan bahwa peringatan HAB bukan hanya agenda seremonial, tetapi juga sarana refleksi atas peran Kementerian Agama dalam melayani umat dan menjaga harmoni kehidupan berbangsa.
Ia menyampaikan bahwa tantangan pelayanan keagamaan ke depan semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial. “Dalam situasi global yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, aparatur Kemenag dituntut untuk adaptif, inovatif, serta tetap menjunjung tinggi nilai integritas dan profesionalisme,” ujar Boy.
Selain itu, peran ASN Kemenag sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan nilai-nilai keagamaan serta kemanusiaan. “Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), harus diarahkan untuk memperkuat moderasi beragama serta memperluas jangkauan layanan dan dakwah yang mencerahkan,” pesannya.
Tema 'Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju' yang diusung dalam HAB ke-80 tahun ini dinilai sejalan dengan semangat Kemenag dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Seluruh satuan kerja di lingkungan Kankemenag Natuna, sejumlah unsur Forkopimda, serta organisasi kemasyarakatan turut hadir dalam upacara tersebut.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penghargaan kepada sejumlah aparatur, dan penyerahan piala penghargaan kepada pemenang Pekan Olahraga Hari Amal Bakti (PORHAB) yang telah digelar sejak 22 Desember 2025 lalu.
Sementara itu, Kepala Kemenag Natuna, Subadi, menegaskan bahwa HAB merupakan momentum penting untuk melakukan introspeksi dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan. “HAB ini bukan hanya peringatan tahunan, tetapi ruang bagi kita semua untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga integritas dan kejujuran dalam bekerja,” ujarnya.
Menurut Subadi, nilai integritas dan kejujuran menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur Kementerian Agama. “Tanpa kejujuran, semua tidak bermakna. Kemenag adalah rumah besar kita bersama, dan Hari Amal Bakti menjadi penguat semangat persaudaraan serta kekompakan dalam pengabdian kepada umat, agama, dan bangsa,” katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar