
Pengalaman Buruk yang Menjadi Viral
Acara pernikahan seharusnya menjadi momen sakral dan paling membahagiakan dalam hidup seseorang. Namun, ada kalanya hari pernikahan justru berubah menjadi hari yang paling memalukan bagi pengantin dan tamu undangan. Hal ini dialami oleh sejumlah korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) bernama Ayu Puspita. Mereka merasa sangat malu karena catering yang dijanjikan tidak pernah hadir saat acara berlangsung.
Beberapa korban mengaku kehilangan muka ketika berhadapan dengan tamu undangan di acara pernikahan mereka. Salah satu dari mereka datang langsung ke rumah pemilik WO Ayu Puspita untuk menyampaikan kekesalan serta menuntut ganti rugi. Tidak hanya kerugian materi yang diminta, para korban juga menuntut ganti rugi atas rasa malu yang mereka alami.
“Ini bukan hanya uang saja, tapi malunya. Kamu tahu nggak rasa malunya? Saya nggak mau ya hanya 50 persen. Saya juga mau sama biaya rasa malu saya. Memangnya kamu pikir gampang nyakitin semua orang, tamu-tamu undangan (di acara pernikahanku),” kata salah seorang korban kepada Ayu Puspita.
Kronologi Kasus Penipuan Ayu Puspita
Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh WO Ayu Puspita terungkap ke publik setelah diunggah oleh akun Instagram Fadilla Anggraini melalui unggahan di akun media sosial miliknya, @fadillaraini. Fadilla tidak bisa lagi membendung emosinya setelah temannya menjadi korban penipuan dari WO Ayu Puspita. Temannya yang menjadi korban bernama Disti.
Menurut Fadilla, pernikahan sahabatnya awalnya berjalan lancar. Prosesi akad nikah yang berlangsung pada Sabtu, 6 Desember 2025, berjalan sesuai harapan. Masalah muncul saat resepsi pernikahan berlangsung, di mana katering yang dijanjikan oleh vendor milik Ayu Puspita tidak datang sama sekali dengan alasan yang bertele-tele.
“Masalah muncul pada waktu resepsi. Makanan yang menjanjikan pihak vendor milik Ayu Puspita tidak datang sama sekali dengan alasan yang bertele-tele,” kata Fadilla, yang merupakan teman SMA dari Disti.
Unggahan Fadilla ini kemudian viral di media sosial. Hal itu memicu kemarahan dari para korban lainnya. Mereka saling berkomunikasi dan membuat grup WhatsApp untuk melakukan gerakan guna meminta pertanggung jawaban kepada WO Ayu Puspita.
Dari komunikasi tersebut, mereka kemudian datang ke rumah pemilik WO Ayu Puspita di nomor Kayu Putih Jakarta Timur pada Minggu (7/12). Ada ratusan korban yang datang menggeruduk rumah Ayu dan sempat terjadi ketegangan. Para korban berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek, mulai dari Jakarta, Bogor hingga Bekasi.
Khawatir terjadi aksi hakim utama sendiri, Polres Metro Jakarta Timur turun tangan mengamankan Ayu Puspita. Setelah itu, Polres Metro Jakarta Timur berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Utara karena ada laporan polisi di sana atas kasus yang menjerat Ayu Puspita.
Tidak lama setelah itu, Ayu Puspita ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan terkait bisnis wedding organizer miliknya. Beberapa orang lain juga ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus ini kini diambil alih oleh Polda Metro Jaya mengingat laporan polisi terdapat di sejumlah wilayah di Jakarta.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar