
Pencarian Santriwati Korban Tenggelam di Sungai Lusi Berlanjut
Pencarian terhadap santriwati yang menjadi korban tenggelam di Sungai Lusi kembali dilanjutkan pada Jumat (12/12/2025). Sebelumnya, delapan santriwati dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora dinyatakan hilang setelah tenggelam di Sungai Lusi, Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Kamis (11/12/2025).
Hingga saat ini, telah diperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para santriwati tersebut. Dari delapan korban, tiga di antaranya berhasil selamat, dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan tiga santriwati masih dalam proses pencarian.
Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, menjelaskan bahwa hari ini merupakan hari kedua dari proses pencarian. Ia menyampaikan bahwa apel siaga dilakukan pagi ini sekitar pukul 07.00, dipimpin langsung oleh Kapolres Blora.
"Kami memberikan arahan secara teknis kepada personil yang terlibat dalam pencarian. Pembagian tugas juga dilakukan agar proses berjalan lebih efektif," ujarnya.
Mulyowati menyampaikan rasa syukur atas kondisi cuaca yang baik semalam. Tidak ada hujan, sehingga air sungai mulai surut. Hal ini diharapkan dapat memudahkan proses pencarian.
"Ini alhamdulillah air sungai sudah surut. Kami akan melakukan penyusuran mulai dari lokasi kejadian hingga ke alur sungai Kaliwangan," tambahnya.
Untuk teknis pencarian, berbagai metode digunakan. Salah satunya adalah dengan menggunakan pelampung dan perahu karet. Proses ini dilakukan agar bisa mencakup area yang lebih luas dan mempercepat penemuan korban.
Mulyowati juga menekankan pentingnya doa-doa dari masyarakat dan keluarga korban. Menurutnya, doa tersebut bisa menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi tim pencari.
"Mudah-mudahan proses pencarian cepat berhasil. Doa-doa dari masyarakat dan orang tua korban menjadi harapan kami untuk mempermudah evakuasi korban yang belum ditemukan," ujarnya.
Proses Pencarian yang Dilakukan
- Tim pencarian terdiri dari berbagai instansi, termasuk BPBD, polisi, dan relawan.
- Pencarian dilakukan secara bertahap, dimulai dari lokasi kejadian hingga area sekitar sungai.
- Penggunaan perahu karet dan alat bantu seperti pelampung membantu dalam menjangkau area yang sulit diakses.
- Koordinasi antara instansi dan masyarakat sangat penting dalam proses pencarian ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar