Hari Transmigrasi 2025: Morotai Bukan Lagi Terpencil, Tapi Strategis


berita
, MOROTAI - Pulau Morotai kini sedang mengalami perubahan besar. Meskipun memiliki potensi yang sangat besarmulai dari 2.600 ton ikan tuna per tahun hingga 13.400 hektare perkebunan kelapamasyarakat setempat masih belum bisa menikmati seluruh kekayaan alam yang tersedia.

Momen Hari Transmigrasi 2025 menjadi titik balik bagi konsep New Transmigrasi: pergeseran dari sekadar perpindahan penduduk menjadi gerakan kebudayaan dan ekonomi yang regeneratif.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI, Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si (Han), menjelaskan bahwa paradigma baru ini menempatkan masyarakat sebagai pusat perubahan.

New Transmigrasi bukan lagi soal memindahkan manusia dari pulau padat ke pulau kosong. Ini seni memindahkan cara berpikir, dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi regeneratif yang memulihkan, ujar Rachma dalam pernyataannya, Jumat (12/12).

Morotai adalah kanvas terbaik untuk mewujudkan visi ini. Namun, gambaran di lapangan masih menyisakan kesenjangan.

Tim Ekspedisi Patriot UI mencatat bahwa nelayan tradisional Morotai sering kali kalah bersaing dengan kapal-kapal besar di zona tangkap dekat pantai.

Mereka seperti penonton di rumah sendiri, kata Helmi Muhammad, Kepala Desa Bere-bere.

Rantai dingin yang sering terputus akibat listrik yang tidak stabil membuat hasil tangkapan sering kali dijual murah atau rusak sebelum sempat dipasarkan.

Di sektor darat, petani kelapa juga menghadapi masalah serupa. Dari satu buah kelapa, 69 persen potensinya masih terbuang.

Padahal sabut bisa jadi serat industri, batok jadi briket ekspor, dan air kelapa bisa diolah menjadi nata de coco, jelas Tahmid Bilo, SP., MMA., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai.

Minimnya fasilitas pengolahan membuat nilai tambah tidak kembali ke masyarakat.

Untuk menjawab situasi tersebut, pemerintah pusat dan daerah bersama TEP Patriot UI merancang solusi terpadu yang berbasis kebutuhan energi, perikanan, pariwisata, dan agroindustri.

Di Desa Sangowo Timur, pembangunan kawasan terintegrasi Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Merah Putih mulai berjalan.

Ini terobosan nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga, kata Syarif Sumtaki, Kepala Desa Sangowo Timur.

Penguatan SDM menjadi pilar penting lainnya. Pemerintah Kabupaten Morotai dan Tim Ekspedisi Patriot UI meluncurkan program Goes to School, Sekolah Tanggap Bencana & Sekolah Masuk Museum.

Menurut Didik Wahyudi, S.Pd.I., Kepala SD 1 Daruba, program ini mengajak anak-anak memahami sejarah, kesiapsiagaan, serta potensi daerahnya. Ini membentuk generasi yang cerdas, tangguh, dan bangga pada identitasnya.

Dari Morotai, cahaya harapan itu mulai menyalamenguatkan ekonomi berkeadilan dan kedaulatan yang tumbuh dari akar masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan