
Perkembangan Pendidikan Tinggi di Sintang
Wilayah timur ini telah masuk dalam antrian pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Kapuas Raya dengan calon ibukota Sintang. Pembentukan DOB memerlukan penguatan infrastruktur pendidikan tinggi untuk menyediakan tenaga kerja terampil yang mendukung pembangunan daerah. Hal ini menjadi fokus utama dalam pengembangan pendidikan vokasi di kawasan tersebut.
Prof. Thamrin Usman, Ketua Tim Penyusun Studi Kelayakan Pendirian Politeknik Negeri Sintang, menegaskan bahwa hasil kajian Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak menyatakan bahwa Politeknik Negeri Sintang layak untuk didirikan dari seluruh aspek penilaian. Menurutnya, Kabupaten Sintang termasuk wilayah kategori 3T yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan, hasil hutan, dan sumber daya tambang. Kondisi ini menjadi alasan kuat perlunya keberadaan pendidikan vokasi untuk memperkuat SDM lokal.
Kehadiran perguruan tinggi vokasi di Sintang merupakan urgensi strategis karena dapat meningkatkan akses pendidikan tinggi, memperluas kesempatan studi bagi lulusan SMA/SMK, serta membangun basis SDM yang relevan dengan kebutuhan industri lokal. Ia menambahkan, potensi unggulan Sintang di bidang perkebunan, hasil hutan, dan pertambangan hingga kini belum sepenuhnya melibatkan masyarakat lokal pada posisi strategis, akibat keterbatasan kompetensi dan minimnya pendidikan vokasi yang memadai.
Program Studi yang Direkomendasikan
Terkait pemilihan program studi, Tim UNTAN menggunakan pendekatan demand-driven berdasarkan kesesuaian potensi daerah, kebutuhan industri, nomenklatur DIKTI, serta proyeksi kebutuhan tenaga kerja. Dari kajian tersebut, disimpulkan terdapat tujuh program studi strategis yang direkomendasikan untuk dibuka pada tahap awal, yaitu:
- D4 Pengembangan Produk Agroindustri
- D4 Pengelolaan Perkebunan
- D3 Teknik Pertambangan
- D4 Teknik Manufaktur
- D4 Teknik Sipil
- D4 Teknik Pengendalian Pencemaran Lingkungan
- D4 Teknik Informatika
Dampak Positif Pendirian Politeknik Negeri Sintang
Thamrin menyebut pendirian Politeknik Negeri Sintang diproyeksikan memberi dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan kualitas SDM lokal yang siap kerja, penurunan angka pengangguran lulusan SMA/SMK, pendorong pertumbuhan ekonomi melalui riset terapan dan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri (DUDI), serta memperkuat daya saing daerah terutama di kawasan perbatasan IndonesiaMalaysia.
Profil lulusan Politeknik Negeri Sintang nantinya akan berkompetensi vokasi, berdaya saing global, berakar pada kearifan lokal, dan berkarakter Pancasila. Ia menegaskan bahwa kesimpulan Tim UNTAN memproyeksikan politeknik tersebut akan berkontribusi besar dalam peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi, penyerapan tenaga kerja lokal, pengurangan urbanisasi, dan penguatan daya saing kawasan perbatasan.
Dengan demikian, seluruh hasil kajian ini menegaskan bahwa pendirian Politeknik Negeri Sintang layak untuk dilaksanakan, baik dari aspek akademik, kelembagaan, kebutuhan industri, keberlanjutan finansial, maupun dampaknya bagi pembangunan daerah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar