
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Diterima Positif oleh Siswa dan Orang Tua
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk siswa, guru, dan orang tua murid. SMAN 10 Surabaya melakukan survei kepuasan terkait pelaksanaan program ini, dan hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, hampir menyentuh nilai sempurna.
Hasil Survei yang Menggembirakan
Survei dilakukan dengan melibatkan responden dari berbagai kalangan, termasuk guru, siswa, dan orang tua murid. Hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata responden merasa puas dengan program MBG. Bahkan, sebagian besar siswa mengharapkan agar program ini terus berlanjut.
Kepala SMAN 10 Surabaya, Teguh Santoso, menjelaskan bahwa hanya sedikit siswa yang tidak mengikuti program karena alergi atau alasan lain. Jumlahnya sangat kecil, bisa dihitung dengan lima jari.
Proses Pelaksanaan MBG di Sekolah
Proses makan bergizi gratis dilakukan mulai pukul 11.00 WIB. Perwakilan kelas membantu dalam distribusi makanan, dan prosesi makan dimulai dengan doa bersama. Antusiasme siswa terhadap MBG sangat tinggi, bahkan jika ada siswa yang tidak hadir, makanan yang tersisa bisa dinikmati oleh teman-temannya.
SMAN 10 Surabaya menjadi salah satu sekolah pertama yang menerima program MBG sejak diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 6 Januari 2025 lalu. Saat itu, sekolah ini menjadi penerima pertama di Surabaya.
Jumlah Penerima dan Menu yang Beragam
Saat ini, jumlah penerima MBG di SMAN 10 Surabaya mencapai 1.182 siswa, sesuai dengan jumlah peserta didik. Setiap hari, siswa menerima satu menu makan bergizi. Khusus hari Jumat, mereka mendapatkan dua paket, satu untuk dikonsumsi di sekolah dan satu lagi dibawa pulang dalam bentuk goody bag berisi telur, roti, buah, dan susu.
Menu makanan juga dapat disesuaikan dengan permintaan siswa. Berkoordinasi dengan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wonocolo, Surabaya, menu makanan berubah setiap harinya. Misalnya, jika siswa bosan dengan ayam geprek, mereka bisa meminta burger atau nasi goreng.
Tanggapan dari Anggota DPR RI
Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai bahwa program MBG sangat dibutuhkan oleh para siswa. Ia mengatakan bahwa program ini berdampak positif pada proses belajar maupun kondisi ekonomi keluarga.
Sebelum adanya MBG, tidak semua siswa memiliki uang saku untuk makan siang. Dengan program ini, siswa dipastikan mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang karena pengawasannya dilakukan oleh ahli gizi.
Manfaat bagi Keluarga
BHS menilai bahwa MBG juga membantu meringankan beban orang tua. Uang saku yang sebelumnya digunakan untuk makan kini bisa disimpan oleh siswa. Jika sehari bisa menyimpan Rp 10 ribu, itu setara dengan mereka menerima manfaat seperti PIP. Ini tentu sangat bermanfaat bagi orang tua murid.
Pada kunjungannya, BHS sempat mendengar testimoni dari para penerima secara langsung. Menurutnya, para siswa menilai menu MBG bervariasi dan lezat, dengan nasi goreng menjadi salah satu menu favorit.
Kesimpulan
Dengan tingkat kepuasan yang tinggi dan manfaat yang signifikan, program MBG di SMAN 10 Surabaya menjadi contoh sukses dalam penerapan kebijakan pemerintah. Program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga memberikan dampak positif pada lingkungan pendidikan dan keluarga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar