Hasilkan Ratusan NIB dan Produk Halal, 447 Anggota Kampung Bersih Rentenir Kota Bandung Tunjukkan Ki

Hasilkan Ratusan NIB dan Produk Halal, 447 Anggota Kampung Bersih Rentenir Kota Bandung Tunjukkan Kinerja Nyata

Program Kampung Bersih Rentenir (KBR) Berhasil Kurangi Ketergantungan Masyarakat Bandung pada Rentenir

Program Kampung Bersih Rentenir (KBR) yang digelar oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM) Kota Bandung telah berhasil mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Hal ini disebabkan oleh berbagai upaya yang dilakukan dalam program tersebut, seperti literasi keuangan, akses ke lembaga keuangan resmi, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Program KBR yang kini memasuki tahun ketiga telah menyebar di 14 kecamatan. Di antaranya, delapan Kampung Bebas Rentenir baru saja dibentuk pada tahun 2025. Kepala Bidang Pengawasan Koperasi DiskopUKM Kota Bandung, Tris Avianti, menjelaskan bahwa target tahun depan adalah menambahkan 7 kecamatan lainnya, sehingga pada 2027 seluruh 30 kecamatan di Kota Bandung akan memiliki Kampung Bebas Rentenir.

Untuk memperingati akhir program di 14 KBR, acara Festival KBR Bandung Utama digelar di Ciumbuleuit pada Kamis 11 Desember 2025. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menunjukkan dukungan dari lembaga keuangan nasional.

Peran Anggota KBR sebagai Agen Perubahan

Setiap Kampung Bebas Rentenir memiliki hingga 40 anggota yang bertindak sebagai agen perubahan. Mereka bertugas untuk menyosialisasikan literasi keuangan, akses ke lembaga keuangan resmi, serta pengembangan usaha ekonomi masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada penghapusan rentenir, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara mandiri.

Data yang diperoleh dari DiskopUKM menunjukkan bahwa total anggota aktif di 14 KBR mencapai 447 orang. Anggota-anggota ini berhasil menghasilkan 32 produk olahan. Selain itu, mereka juga berhasil meraih:

  • 281 Nomor Induk Berusaha (NIB)
  • 70 sertifikat halal
  • 11 produk industri rumah tangga (PIRT)
  • 67 fasilitasi kemasan

Selain itu, DiskopUKM juga mencatat beberapa pencapaian lain, yaitu:

  • Fasilitasi pembiayaan untuk 102 orang senilai Rp 167.950.000
  • Tabungan yang terkumpul hingga Rp 68.601.800
  • 48 mitra kolaborasi
  • 114 bazar pemasaran

Beberapa Kampung Bebas Rentenir bahkan telah berhasil membentuk koperasi, yang menjadi bukti bahwa program ini tidak hanya berhasil mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kesimpulan

Program Kampung Bersih Rentenir (KBR) telah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat diberdayakan untuk mengurangi ketergantungan pada rentenir. Melalui literasi keuangan, akses ke lembaga keuangan resmi, dan penguatan ekonomi, program ini telah menciptakan dampak positif yang nyata. Dengan terus berkembangnya jumlah KBR di setiap kecamatan, diharapkan masyarakat Kota Bandung dapat semakin mandiri dan sejahtera secara ekonomi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan