Hati-hati, cara berdoa ini membuat doa sulit dikabulkan

Hati-hati, cara berdoa ini membuat doa sulit dikabulkan

Pesan Mendalam Gus Baha tentang Adab Berdoa dan Ibadah yang Benar

Gus Baha, tokoh ulama kharismatik KH Ahmad Bahauddin Nursalim, memberikan pesan penting kepada umat Islam mengenai adab dalam berdoa. Ia menekankan bahwa doa harus dilakukan dengan penuh ketundukan, bukan seolah-olah manusia sedang mengatur Allah SWT.

Doa Harus Penuh Ketundukan, Bukan Instruksi

Menurut Gus Baha, hakikat dari doa adalah pengakuan atas keterbatasan diri dan penghambaan total kepada Allah. Saat seseorang berdoa, ia sebenarnya sedang menempatkan dirinya sebagai peminta, bukan sebagai pihak yang mengatur.

“Wong kita ini minta, dan bukti kita bahwa Allah itu pemberi,” ujarnya. “Sama orang minta sama Allah itu harusnya kamu beri iman bahwa Allah itu pemberi, dan kamu apapun hebatnya hanyalah seorang peminta.”

Ia menambahkan bahwa aktivitas meminta itu sendiri sudah bernilai ibadah, asalkan dilakukan dengan adab yang benar, yakni penuh rendah hati dan keyakinan.

Dalil Al-Qur’an tentang Perintah Berdoa

Gus Baha juga mengingatkan bahwa perintah berdoa secara tegas telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah Surah Al-Ghafir ayat 60:

Arab: ﴿ وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ﴾

Latin: Wa qāla rabbukum ud‘ūnī astajib lakum, innallażīna yastakbirụna ‘an ‘ibādatī sayadkhulụna jahannama dākhirīn.

Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS Al-Ghafir: 60)

Ayat ini menegaskan bahwa doa adalah bentuk ibadah. Namun kesombongan dalam doa merasa paling tahu atau memaksa kehendak pribadi justru dapat menjauhkan seseorang dari nilai ibadah itu sendiri.

Yakin Allah Lebih Tahu yang Terbaik

Lebih lanjut, Gus Baha menekankan pentingnya keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang paling baik bagi hamba-Nya, termasuk cara dan waktu pengabulan doa.

“Karena setelah itu kita yakin Allah itu Maha Tahu, maka cara menjawabnya itu terserah Allah, bukan terserah kita,” tegasnya. “Sebab kalau terserah kita itu malah nggak baik buat kita.”

Menurutnya, manusia sering kali hanya melihat sesuatu dari sudut pandang sempit, sementara Allah melihat keseluruhan akibat dan hikmah di balik setiap kejadian.

Contoh Doa yang Keliru

Untuk mempermudah pemahaman, Gus Baha memberikan contoh yang disampaikan dengan gaya humor namun sarat makna. Misalnya, ada orang berdoa: “Ya Allah, berilah aku rezeki tanpa bekerja.” Singkat cerita, dia malah dipenjara dan tiap hari dikasih makan tanpa kerja.

Ia menjelaskan bahwa secara harfiah doa tersebut memang terkabul, tetapi dengan cara yang tidak diharapkan oleh si pemohon. Hal ini menjadi pelajaran bahwa Allah mengabulkan doa sesuai kebijaksanaan-Nya, bukan sesuai logika manusia semata.

Ibadah yang Melancarkan Rezeki

Selain membahas adab berdoa, Gus Baha juga menyinggung amalan yang kerap diremehkan namun memiliki nilai ibadah tinggi, yakni bekerja. Menurutnya, bekerja dengan niat yang benar merupakan ibadah besar yang dapat membuka pintu rezeki.

“Sebaik-baiknya ibadah itu bekerja,” ungkapnya. “Orang yang tetap bekerja sesuai kemampuannya, itu ibadah terbaik.”

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: “Orang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya adalah seperti pejuang di jalan Allah.” (HR. Ahmad)

Pesan Penting Gus Baha

Dari penjelasan Gus Baha, terdapat beberapa pesan utama bagi umat Islam:

  • Berdoalah dengan penuh ketundukan, bukan dengan nada mengatur Allah.
  • Yakini bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
  • Jangan meninggalkan ikhtiar, karena bekerja dengan niat ikhlas adalah ibadah yang agung.

Melalui pesan-pesan ini, Gus Baha mengajak umat Islam untuk memperbaiki cara berdoa sekaligus memperkuat ikhtiar, agar kehidupan dunia dan akhirat berjalan seimbang dalam ridha Allah SWT.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan