
Konsep Retreat Merah Putih sebagai Implementasi Tema HAB ke-80
Tema Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tahun ini diwujudkan melalui konsep Retreat Merah Putih yang dicanangkan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Konsep ini dirancang untuk mewujudkan nilai religius dan kerukunan antarumat beragama di Provinsi Bengkulu.
Retreat Merah Putih merupakan bentuk kegiatan konkret yang dilakukan bersama dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama. Helmi Hasan menjelaskan bahwa tema HAB tidak cukup hanya dianggap sebagai simbol seremonial, tetapi harus diimplementasikan dalam program nyata yang dapat menyentuh para aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun instansi vertikal.
Kegiatan ini akan dilaksanakan berbasis rumah ibadat sesuai dengan agama masing-masing peserta. Dengan demikian, setiap peserta dapat memperkuat nilai-nilai religius mereka sambil meningkatkan toleransi antarumat beragama.
Helmi menekankan pentingnya menjamin kebebasan beragama tanpa adanya diskriminasi. Ia menilai bahwa seluruh agama yang diakui oleh negara memiliki kedudukan yang sama. Dengan begitu, semua umat beragama dapat hidup rukun dan saling menghormati.
Pelaksanaan Retreat Merah Putih Berbasis Rumah Ibadat
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, menjelaskan bahwa konsep retreat lintas agama tersebut selaras dengan arahan Menteri Agama serta hasil koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, pelaksanaan Retreat Merah Putih akan dilakukan berdasarkan agama masing-masing peserta. Umat Muslim akan berkumpul di masjid, umat Hindu di tempat ibadahnya, begitu juga dengan umat Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu yang akan beribadat di rumah ibadah masing-masing.
Ia menekankan bahwa penguatan nilai kerukunan akan dimulai dari internal masing-masing umat beragama. Setelah itu, seluruh elemen akan dikolaborasikan dalam kegiatan lintas agama.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membangun suasana rukun secara berkelanjutan. Target yang ingin dicapai adalah menjaga harmoni antarumat beragama, serta mewujudkan Bengkulu sebagai daerah dengan zero conflict antarumat beragama.
Peran Pemerintah dan Kementerian Agama dalam HAB ke-80
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menekankan komitmen Pemprov Bengkulu untuk mengambil peran aktif bersama jajaran Kementerian Agama. Hal ini mencakup Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu hingga Kemenag kabupaten/kota.
Melalui konsep Retreat Merah Putih, diharapkan nilai religiusitas dapat terus berkembang seiring dengan penguatan toleransi antarumat beragama. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk saling memahami dan menghargai perbedaan agama.
Pemprov Bengkulu dan Kementerian Agama berkomitmen untuk terus memperkuat kerukunan antarumat beragama. Hal ini menjadi bagian dari upaya memastikan kehidupan beragama yang damai dan harmonis di wilayah Bengkulu.
Suasana Upacara HAB ke-80 di Kantor Gubernur Bengkulu
Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama di Kantor Gubernur Bengkulu berlangsung khidmat dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur. Meskipun cuaca mendung menyelimuti kawasan tersebut sejak pagi hari, suasana upacara tetap terasa hangat dan penuh makna.
Para peserta hadir dalam upacara ini untuk merayakan momen penting dalam sejarah Kementerian Agama. Dengan tema HAB ke-80 yang dituangkan dalam konsep Retreat Merah Putih, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bengkulu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar