Herry IP Pecah di Akhir Tahun 2025, Ganda Putra Terbaik Malaysia Chia/Soh Menggemparkan


nurulamin.proSebagai pasangan ganda putra terbaik Malaysia saat ini, Aaron Chia/Soh Wooi Yik kini tengah menghadapi tantangan berat setelah menunjukkan penurunan performa yang cukup signifikan. Tahun 2025 dimulai dengan cukup baik bagi pasangan ini, terutama setelah pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi atau dikenal sebagai Herry IP, mengambil alih tugasnya.

Dengan bimbingan Herry IP, Chia/Soh langsung membuktikan kemampuannya dengan meraih beberapa gelar bergengsi seperti Kejuaraan Asia 2025, Thailand Open 2025, dan Singapore Open 2025. Namun, momentum positif tersebut tidak berlangsung lama. Pasangan yang kini menduduki peringkat kedua dunia ini justru mulai mengalami penurunan performa, terutama saat tampil di Kejuaraan Dunia 2025.

Kekalahan mereka dari pasangan baru ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di China Open 2025 menjadi salah satu titik balik yang menyedot perhatian publik. Dalam pertandingan tersebut, Fajar/Fikri berhasil mengalahkan Chia/Soh dengan skor 21-15, 21-14 dalam waktu 35 menit. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan baru ini mampu menghadang Chia/Soh secara efektif.

Selain Fajar/Fikri, Chia/Soh juga kesulitan menghadapi pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, yang selalu memberikan tantangan berat kepada mereka. Bahkan, di semifinal French Open 2025, Chia/Soh kembali gagal mengalahkan Fajar/Fikri dan harus puas dengan kekalahan dua gim langsung.

Masih belum puas dengan hasil tersebut, Chia/Soh juga mengalami kekecewaan besar saat SEA Games 2025. Mereka hanya mampu meraih medali perak di kategori beregu putra dan individual, setelah di final dikalahkan oleh Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari Indonesia.

Namun, ada sedikit cahaya di akhir tahun ini ketika Chia/Soh berhasil mengalahkan Fajar/Fikri dalam pertandingan penyisihan grup BWF World Tour Finals 2025. Meskipun kemenangan ini tidak membawa dampak besar bagi mereka, karena akhirnya harus tersingkir di laga berikutnya, hal tersebut menunjukkan potensi yang masih ada.

Herry IP, pelatih ganda putra Malaysia, menyampaikan kekecewaannya terhadap penurunan performa Chia/Soh di akhir tahun ini. Menurutnya, masalah utamanya adalah kurangnya menjaga kebugaran di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Aaron Chia mengaku yakin dirinya dapat melakukan penyesuaian untuk menghindari hal serupa pada tahun 2026. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah lebih selektif dalam memilih turnamen yang akan diikuti, sehingga tidak terlalu banyak bertanding dan menjaga kondisi fisik.

Sebagai pemain yang berada di peringkat 10 besar dunia, Chia/Soh wajib mengikuti setidaknya 12 turnamen World Tour BWF dalam satu musim. Dengan adanya Asian Games 2026, Kejuaraan Dunia 2026, dan Thomas Cup 2026, jumlah turnamen yang akan diikuti bisa meningkat hingga 15. Jika lolos ke BWF World Tour Finals 2026, jumlahnya bisa mencapai 18 hingga 20.

“Kami akan mencoba membatasi jumlah turnamen di bawah 20,” kata Chia. “Meskipun kami belum tua, kami adalah anggota paling senior di BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia), jadi kami perlu menjaga kebugaran kami.”

Ia juga menegaskan targetnya untuk tampil maksimal pada Asian Games, Thomas Cup, Kejuaraan Dunia, serta turnamen BWF Super 1000 pada tahun 2026. “Kami bertujuan untuk berprestasi di Asian Games, kejuaraan dunia, Piala Thomas, dan turnamen Super 1000,” ujarnya.

“Kami juga ingin mempertahankan peringkat kami di lima besar dunia, meskipun kami percaya bahwa peringkat hanyalah angka, peringkat tersebut terkadang membantu dalam undian turnamen,” imbuhnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan