Hexindo (HEXA) Targetkan Pendapatan US$ 609,8 Juta dari Penjualan 2.900 Unit Ekskavator

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menargetkan pendapatan bersih atau net revenue mencapai US$ 609,8 juta pada akhir periode tahun buku ini. Dengan asumsi tersebut, HEXA memperkirakan laba bersih sebesar US$ 34,9 juta.

Pencatatan keuangan HEXA mengikuti standar Hitachi Construction Machinery (HCM) Jepang. Oleh karena itu, tahun fiskal HEXA kali ini berlangsung dari April 2025 hingga Maret 2026. Dalam enam bulan pertama periode tersebut, yaitu hingga September 2025, pendapatan dan laba HEXA meningkat secara signifikan.

Pendapatan bersih HEXA naik sebesar 15,71% secara tahunan (year on year/yoY) dari US$ 228,96 juta menjadi US$ 264,95 juta. Sementara itu, laba tahun berjalan perusahaan meningkat 16,16% menjadi US$ 12,79 juta dibandingkan laba US$ 11,01 juta pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Corporate Secretary Hexindo Adiperkasa, Listiana A. Kurniawati menjelaskan bahwa kinerja positif HEXA didorong oleh peningkatan penjualan alat berat. Hingga September 2025, penjualan alat berat HEXA mencapai 1.727 unit, naik 40,40% dibandingkan 1.230 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Ekskavator 6 ton menjadi produk utama HEXA. Penjualan ekskavator jenis ini melonjak 43,57% yoY dari 1.097 unit menjadi 1.575 unit. Sektor pertanian menjadi pasar utama dengan penjualan sebanyak 690 unit, atau sekitar 43,80% dari total penjualan ekskavator 6 ton.

Penjualan ekskavator 6 ton juga menyasar sektor konstruksi (300 unit), kehutanan (250 unit), pertambangan (151 unit), serta sektor lainnya (184 unit). Menurut Listiana, peningkatan terbesar berasal dari sektor agrikultur dan sektor lainnya, termasuk rental, sementara sektor lainnya cenderung stabil.

HEXA tetap fokus pada dua segmen bisnis utama, yaitu penjualan alat berat dan layanan pascapenjualan (product support). Meski margin laba dari penjualan alat berat masih lebih rendah dibandingkan segmen product support, kondisi pasar saat ini cukup baik, terutama permintaan dari sektor agro.

Dengan situasi ini, HEXA optimis dapat mencapai target penjualan dan laba di akhir tahun buku pada Maret 2026 mendatang. Pada segmen ekskavator 6 ton, HEXA memprediksi penjualan bisa meningkat minimal 10% yoY atau mencapai 2.900 unit. Dengan estimasi tersebut, pangsa pasar HEXA akan naik dari 17% menjadi 18%.

Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi industri alat berat, terutama pada sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan. Pasar yang lesu, aktivitas yang terbatas, efisiensi anggaran, serta kendala musim hujan menjadi hambatan.

Di sisi lain, persaingan pasar alat berat, khususnya mini ekskavator, semakin ketat. Hal ini dipengaruhi oleh masuknya pemain baru, terutama dari China. Meski begitu, HEXA tetap optimistis dalam menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan.

Strategi yang diambil oleh HEXA antara lain fokus menjaga loyalitas pelanggan, memperluas lini produk, serta memperluas lokasi outlet untuk memperkuat layanan pascapenjualan. Listiana menegaskan bahwa HEXA berusaha melengkapi lini produk yang diageni. Untuk layanan pascapenjualan, perusahaan berupaya memperluas lokasi outlet dari Aceh hingga Papua, agar seluruh pelanggan mendapatkan pelayanan terbaik hingga ke daerah pelosok.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan