
Pentingnya Ibadah Sunnah dalam Kehidupuan Seorang Muslim
Dalam sebuah kajian rutin ba’da Maghrib, Guru Besar UIN Walisongo Semarang Prof Sholihan menyampaikan pentingnya menjalankan ibadah sunnah dalam kehidupan seorang muslim. Ia menekankan bahwa salat sunnah rawatib dan puasa tiga hari setiap bulan (puasa Ayyamul Bidh) memiliki peran yang sangat besar dalam memperkuat iman dan mengisi kekurangan dalam salat wajib.
Salat Sunnah Rawatib: 12 Rakaat yang Menjadi Hak Ibadah
Prof Sholihan mengutip pernyataan dari Abdullah bin Al-Mubarak yang menyebutkan bahwa siapa yang secara konsisten melaksanakan 12 rakaat salat sunnah rawatib setiap harinya, maka ia telah “menunaikan hak salatnya”.
“Yang dimaksud 12 rakaat ini adalah salat sunah sebelum dan sesudah salat wajib, seperti dua rakaat sebelum Subuh, empat rakaat sebelum Zuhur, dua setelah Zuhur, dua setelah Maghrib, dan dua setelah Isya,” jelas beliau. Penjelasan ini diperkuat oleh berbagai hadis yang diriwayatkan oleh ulama seperti At-Tirmidzi dan At-Tabrani serta penjelasan Imam Nawawi dalam Syarah.
Salat sunnah ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah tambahan, tetapi juga sebagai penambal kekurangan dalam salat wajib seseorang. “Di akhirat nanti, salat yang pertama kali akan dihitung adalah yang fardu. Jika ada kekurangan, maka akan dilihat salat sunahnya. Maka sangat penting menjaga yang 12 rakaat ini,” lanjut Ustadz Sholihan.
Puasa Ayyamul Bidh: Tiga Hari, Nilai Sebulan
Masih mengutip Abdullah bin Al-Mubarak, Ustadz Sholihan juga menyinggung tentang keutamaan berpuasa tiga hari setiap bulan. "Barang siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka ia telah menunaikan hak puasanya."
Tiga hari yang dimaksud adalah tanggal 13, 14, dan 15 bulan Qamariah (Hijriah), yang dikenal sebagai Ayyamul Bidh atau hari-hari putih karena pada malamnya bulan tampak terang benderang. Namun, beliau menambahkan, “Jika seseorang tidak sempat pada hari-hari itu, maka puasa tiga hari pada hari lain dalam bulan itu juga diperbolehkan dan tetap mendapat keutamaan yang sama.”
Pengecualian berlaku pada bulan Dzulhijjah, karena tanggal 13-nya bertepatan dengan hari Tasyrik yang diharamkan untuk berpuasa. Sebagai gantinya, puasa dapat dilakukan pada tanggal 14, 15, dan 16.
Ustadz Sholihan menegaskan bahwa dasar ganjaran besar dari puasa ini adalah firman Allah dalam Al-Qur’an: "Innal hasanāti yudhā‘afu bi ‘ashri amthālihā" (sesungguhnya setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat). Maka tiga hari puasa akan setara dengan puasa satu bulan penuh. “Sama seperti puasa Ramadan yang dilanjutkan enam hari di bulan Syawal, nilainya juga seperti puasa setahun,” jelas beliau.
Kemurahan Allah dalam Memberi Ganjaran
Dalam kajian tersebut, Ustadz Sholihan juga menyampaikan refleksi spiritual bahwa kemurahan Allah SWT dalam memberi pahala begitu luar biasa. “Kita manusia ini sering kali terlalu perhitungan. Tapi Allah? Memberi pahala dilipatgandakan 10, 27, bahkan 100 ribu kali seperti salat di Masjidil Haram,” ungkap beliau.
Ia mengingatkan bahwa jangan sampai kita ragu terhadap kemurahan Allah. “Kadang-kadang kita meragukan, masa iya cuma gitu saja pahalanya segitu besar? Padahal memang begitu kemurahan Allah,” kata Ustadz Sholihan.
Kesimpulan dan Pesan Penutup
Di akhir kajian, Ustadz Sholihan mengingatkan bahwa meskipun salat rawatib dan puasa tiga hari dalam sebulan sudah cukup untuk memenuhi “hak” ibadah tersebut, bukan berarti tidak boleh menambah ibadah lainnya. “Kalau bisa lebih banyak, lebih baik. Tapi minimal ini sudah cukup,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing dalam beribadah. “Kalau tidak kuat tahajud, ya jangan dipaksakan. Kalau puasa membuat aktivitas terganggu, ya jangan dipaksa. Tapi kalau mampu, silakan kembangkan. Karena ini ibadah tanpa modal, bahkan menghemat juga,” ujar beliau disambut tawa kecil dari jamaah.
Kajian ditutup dengan doa bersama, menandai berakhirnya pembahasan malam itu yang mengajak jamaah untuk menjemput kemuliaan dari ibadah-ibadah sunah yang ringan namun bernilai besar.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar