
Peran Bank Milik Negara dalam Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Tamiang
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) (BBTN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan hunian sementara pasca-bencana di Aceh Tamiang. Keterlibatan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini bertujuan untuk memastikan proses pembangunan Rumah Hunian Danantara berjalan sesuai target waktu dan berkelanjutan.
Pembangunan hunian sementara, atau yang dikenal sebagai Huntara, dimulai pada 24 Desember 2025. Sebanyak 600 unit hunian sementara ditargetkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026, sehingga dapat segera ditempati oleh warga terdampak bencana. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa Huntara merupakan bagian dari tahapan pemulihan yang besar. Ia menjelaskan bahwa Huntara menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. "Kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (3/1/2026).
Kolaborasi BUMN dalam Pembangunan Tahap Pertama Huntara
Pembangunan tahap pertama Huntara merupakan hasil kolaborasi antar BUMN. Salah satu peran utama adalah dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang menyediakan lahan untuk pembangunan. Selain itu, tujuh BUMN Karya terlibat dalam konstruksi ratusan unit Huntara dengan sistem percepatan dan modular.
Proses konstruksi dipimpin oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator lapangan, bekerja sama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Brantas Abipraya (Persero), PT PP (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Adhi Karya (Persero) Tbk., dan PT Nindya Karya (Persero). Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan tanpa mengorbankan kualitas.
Dukungan Infrastruktur Dasar
Selain dukungan dari sektor konstruksi, infrastruktur dasar juga diperkuat. PT PLN (Persero) berperan dalam memastikan ketersediaan listrik di kawasan Huntara. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. hadir untuk menyediakan konektivitas komunikasi di area tersebut.
Dengan kombinasi sumber daya dari berbagai sektor, pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang tidak hanya bertujuan untuk memberikan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak bencana, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Komitmen Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Melalui kerja sama yang erat antara perbankan, BUMN, dan pemerintah, pembangunan Huntara di Aceh Tamiang menjadi contoh nyata dari kolaborasi nasional dalam menghadapi tantangan pasca-bencana. Proyek ini tidak hanya menciptakan ruang hunian sementara, tetapi juga membuka peluang bagi pemulihan jangka panjang, baik secara fisik maupun ekonomi.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, harapan besar dipegang agar masyarakat Aceh Tamiang dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal. Ini menjadi bukti bahwa ketika semua pihak bekerja sama, dampak bencana bisa diminimalkan, dan masa depan masyarakat bisa lebih cerah.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar