Hoaks: Mahfud MD Bagikan Bantuan Usaha dari Aset Koruptor

Penelusuran Fakta Mengungkap Video Hoaks tentang Bantuan Modal Usaha dari Aset Koruptor

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengatakan bahwa bantuan sebesar Rp 100 juta akan diberikan kepada penerima. Namun, penelusuran fakta menunjukkan bahwa pernyataan tersebut adalah hoaks yang direkayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Narasi yang Beredar

Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook pada 17 November 2025. Dalam cuplikan video tersebut, Mahfud menyampaikan informasi bahwa ada dana sebesar 10 miliar rupiah yang berasal dari rampasan aset koruptor. Dana ini akan dibagikan kepada masyarakat yang memiliki usaha, dengan bantuan sebesar Rp 100 juta per penerima.

Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh tim cek fakta, tidak ditemukan bukti bahwa Mahfud MD pernah menyampaikan pernyataan serupa. Tim juga mencari video tersebut menggunakan mesin pencari Yandex dan menemukan visual yang sama dalam artikel Antara pada 5 November 2021.

Artikel tersebut memuat foto Mahfud MD mengenakan kemeja batik yang sama, tetapi isinya berbeda. Artikel itu membahas perkembangan Satuan Tugas BLBI, bukan bantuan modal usaha. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara konten video dan konteks aslinya.

Pemeriksaan Teknologi AI

Untuk memastikan apakah video tersebut dihasilkan oleh AI, tim cek fakta melakukan pemeriksaan menggunakan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa probabilitas video tersebut dihasilkan AI generatif mencapai 98,4 persen. Ini memberikan indikasi kuat bahwa pernyataan Mahfud dalam video tersebut adalah rekayasa digital.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan teknis, dapat disimpulkan bahwa narasi tentang Mahfud MD membagikan bantuan modal usaha dari rampasan aset koruptor adalah hoaks. Perayaan dalam video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, dan tidak ada bukti nyata bahwa Mahfud MD pernah menyampaikan pernyataan seperti itu.

Pentingnya Literasi Digital

Kejadian ini menegaskan pentingnya literasi digital dalam menghadapi informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat perlu lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi tanpa verifikasi. Selain itu, penggunaan teknologi AI dalam pembuatan konten harus diwaspadai karena bisa digunakan untuk menyebarkan informasi palsu.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, kemampuan untuk membedakan antara informasi asli dan rekayasa digital menjadi semakin penting. Masyarakat diharapkan lebih kritis dan aktif dalam memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan