
nurulamin.pro - Sebuah video di media sosial menampilkan seorang pendakwah meminta muridnya untuk tidak membenci Israel. Dalam video itu, ia tampak membawa bendera Israel saat menyampaikan ceramah.
Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta nurulamin.pro, video itu merupakan hasil manipulasi berbasis artificial intelligence (AI).
Narasi yang beredar
Video yang menampilkan seorang pendakwah meminta muridnya untuk tidak membenci Israel salah satunya dibagikan akun Facebook ini.
Pendakwah dalam video mengatakan:
"Anak-anaku sekalian, Islam itu agama damai, bukan agama dendam. Apa untungnya kita membenci, bahkan kepada bangsa seperti Israel, kalau kita terus menaruh benci".
Penelusuran nurulamin.pro
Saat dicermati, video itu tampak janggal. Sejumlah orang yang sedang duduk mendengarkan ceramah tersebut sama sekali tidak bergerak.
Tim Cek Fakta nurulamin.pro kemudian memeriksa keaslian video itu menggunakan Hive Moderation.
Tool tersebut dapat mendeteksi sebuah video yang dihasilkan AI atau bukan.
Setelah dicek, video seorang pendakwah meminta muridnya untuk tidak membenci Israel memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau AI.
Ketika ditelusuri, akun Facebook yang membagikan video tersebut ternyata kerap mengunggah konten manipulasi AI berisi dukungan terhadap Israel.
Sebelumnya, di media sosial juga muncul konten manipulasi AI yang mengeklaim sejumlah pemuda di Surabaya menggelar aksi mendukung Israel. Penelusuran nurulamin.pro bisa dilihat di sini.
Kesimpulan
Video seorang pendakwah meminta muridnya untuk tidak membenci Israel merupakan hasil manipulasi.
Setelah dicek menggunakan Hive Moderation, video itu terdeteksi dihasilkan AI dengan probabilitas mencapai 99,9 persen.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar