Hotel Platinum Palopo Jadi Kampus Kedokteran Gigi UMB

Hotel Platinum Palopo Jadi Kampus Kedokteran Gigi UMB

Perubahan Kepemilikan Hotel Platinum Palopo

Hotel Platinum Palopo, yang berlokasi di Jl Andi Djemma, kini telah berpindah tangan dari pemilik sebelumnya, Andi Iksan Mattotorang (Buya), kepada Prof Nilawati Uly, Rektor Universitas Mega Buana (UMB). Proses peralihan kepemilikan ini dilakukan melalui lelang bank. Sebelumnya, hotel dengan luas lahan 1.750 meter persegi dan 30 kamar ini menjadi salah satu tempat penginapan mewah di wilayah Palopo.

Pihak UMB mengungkapkan rencana untuk mengubah hotel tersebut menjadi kampus baru, khususnya untuk Fakultas Kedokteran Gigi. Fakultas ini akan mulai menerima mahasiswa pada tahun ajaran 2025. UMB menjadi penyelenggara pendidikan kedokteran pertama di luar Makassar, bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Rencana Pengembangan Kampus UMB

Dalam rencana pengembangan, kampus baru UMB akan berada di depan Menara Payung Palopo. Fakultas Kedokteran Gigi merupakan fakultas baru yang akan dimulai penerimaan mahasiswanya pada 2025. Program Studi S1 Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi dibina oleh Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, sedangkan Program Studi S1 Kedokteran dan Profesi Dokter dibuka pada 2024 lalu dan juga dibina oleh Fakultas Kedokteran Unhas.

Namun, rencana ini belum sepenuhnya bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pihak Buya masih melakukan perlawanan di Pengadilan Negeri (PN) Palopo terkait sengketa kepemilikan hotel. Buya menyatakan bahwa ia selalu membayar angsuran pinjaman rutin setiap bulan kepada pihak bank, bahkan saat pandemi Covid-19. Ia juga memenuhi permintaan bank dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk memperbaiki kekurangan angsuran selama masa pandemi.

Persoalan Hukum dan Pembatalan Lelang

Buya menyampaikan bahwa ada pembatalan lelang yang dilakukan oleh KPKNL dan bank. Ia mengklaim telah membayar sejumlah dana untuk pembatalan lelang tersebut. Namun, pihak bank tetap melanjutkan proses lelang tanpa memberikan surat peringatan terlebih dahulu. Buya menegaskan bahwa jika bank ingin melakukan lelang, ia bersedia mencari dana langsung untuk menutupi utang tersebut.

Selain itu, Buya juga menyebutkan bahwa pihaknya pernah melakukan pertemuan dengan pihak bank untuk membahas aset yang akan dilepas demi membayar angsurannya. Ia menyebut bahwa ada tanah seluas 8 hektar yang sudah memiliki calon pembeli dan telah dipertemukan dengan pihak bank. Jika transaksi terjadi, uang akan langsung ditransfer ke bank sebagai bentuk itikad baik.

Keterlibatan Keluarga dan Hubungan dengan UMB

Jauh sebelum sengketa kepemilikan hotel terjadi, Buya juga mengungkap hubungan dekat antara istrinya dengan Prof Nilawati Uly. Menurutnya, UMB pernah meminjam perabotan hotel saat proses akreditasi rumah sakit kampusnya. Bahkan, ada tamu yang tinggal beberapa hari tanpa membayar secara tunai, yang menjadi bukti saling kenal antara kedua belah pihak.

Tanggapan dari Kuasa Hukum

Sementara itu, kuasa hukum Prof Nilawati Uly, Abbas Djohan, belum memberikan pernyataan pasca tiga hari eksekusi pengosongan Hotel Platinum. Hal ini menunjukkan bahwa isu kepemilikan hotel masih dalam proses hukum dan belum sepenuhnya selesai.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan