Perayaan Natal di Lapas Kelas IIA Balikpapan
Pada hari Kamis, 25 Desember 2025, suasana penuh kekhidmatan dan haru menyelimuti pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Oikumene Imanuel Lapas Kelas IIA Balikpapan. Ibadah dimulai tepat pada pukul 09.09 Wita, menandai momen penting bagi warga binaan dan jemaat yang hadir.
Ibadah tersebut dipimpin oleh perwakilan Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Bukit Sion 10. Dalam perayaan ini, pelayan firman yang bernama Angel memberikan khotbah Natal dengan fokus pada makna pemulihan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Kristus membawa pemulihan bagi seluruh umat-Nya.
“Pemulihan yang Tuhan nyatakan adalah menghadirkan hidup yang baru, sehingga kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak baik dapat ditinggalkan,” ujar Angel dalam khotbahnya. Ia berharap, melalui perayaan Natal dan ibadah yang dilaksanakan di dalam lapas, warga binaan dapat mengalami perubahan hidup ke arah yang lebih baik, terutama setelah menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
“Diharapkan setelah keluar dari sini, warga binaan mendapatkan hidup yang baru, hidup yang lebih baik,” tambahnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa ibadah Natal berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat. Lagu-lagu pujian dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh warga binaan dan jemaat yang hadir. Momen haru terlihat ketika seorang warga binaan yang mengikuti ibadah tampak memeluk erat anaknya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mencium anaknya penuh kasih sayang sambil menitikkan air mata, menggambarkan kerinduan, penyesalan, dan harapan akan pemulihan hidup di masa depan.
Ibadah Natal ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Natal di Lapas Kelas IIA Balikpapan. Selain sebagai momen spiritual, ibadah ini juga menjadi sarana pembinaan rohani dan penguatan iman bagi warga binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermakna.
Faktor-Faktor Penting dalam Perayaan Natal di Lapas
- Kehadiran Pelayan Firman: Khotbah yang disampaikan oleh Angel menjadi salah satu elemen utama dalam membangun semangat dan harapan bagi warga binaan.
- Partisipasi Jemaat: Keberadaan jemaat yang hadir memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para tahanan.
- Momen Emosional: Pengalaman emosional seperti pelukan antara warga binaan dan keluarganya menunjukkan betapa pentingnya perayaan Natal dalam proses pemulihan.
- Pembinaan Rohani: Ibadah Natal bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat iman dan nilai-nilai kehidupan yang lebih baik.
Perayaan Natal di Lapas Kelas IIA Balikpapan menunjukkan bahwa even spiritual bisa menjadi bagian dari proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi warga binaan. Melalui ibadah dan doa, mereka diingatkan bahwa ada harapan dan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan cara yang lebih baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar