IDC: Pasar HP Global Naik Sedikit Tahun 2025 Didorong iPhone 17

Prediksi Pengiriman Smartphone Tahun 2025

Menurut laporan terbaru dari firma riset pasar International Data Corporation (IDC), pengiriman smartphone pada tahun 2025 diprediksi mengalami kenaikan sebesar 1,5 persen secara year-on-year (YoY) menjadi sekitar 1,25 miliar unit. Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan yang kuat dari iPhone, khususnya berkat keberhasilan seri iPhone 17.

Apple diperkirakan akan mencetak rekor baru pada tahun 2025 dengan total pengiriman sebanyak 247 juta unit dan pendapatan sebesar 261 miliar dolar AS. Hal ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,1 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 3,9 persen pada tahun sebelumnya. Nabila Popal, direktur riset senior IDC, menyatakan bahwa sukses iPhone 17 series akan menjadi faktor utama dalam pencapaian ini.

Selain di pasar China, kinerja Apple juga positif di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Kondisi ini berbeda dengan periode sebelumnya yang tercatat cukup lambat. Dengan kombinasi pertumbuhan tersebut, IDC memprediksi bahwa Apple akan mencatatkan rekor baru baik dalam hal pengiriman maupun nilai, dengan proyeksi pendapatan sebesar 261 miliar dolar AS dan pertumbuhan 7,2 persen YoY.

Ponsel berbasis Android dan HarmonyOS juga diperkirakan mengalami pertumbuhan pada tahun 2025, meskipun hanya sekitar 0,4 persen saja. IDC merujuk pada data dari situs resmi mereka untuk prediksi ini.

Proyeksi Pengiriman Smartphone Tahun 2026

Berbeda dengan proyeksi tahun 2025, pengiriman smartphone pada tahun 2026 diramal menurun 1 persen YoY dibanding sebelumnya. Awalnya IDC memprediksi bahwa pengiriman smartphone 2026 bakal naik 1,2 persen, tetapi proyeksi tersebut kini direvisi menjadi turun 0,9 persen atau nyaris 1 persen.

Dua faktor utama yang berperan dalam revisi ini adalah kurangnya komponen ponsel dan penyesuaian siklus produk, khususnya dari Apple. Menurut IDC, Apple kemungkinan akan menggeser jadwal perilisan iPhone model dasar dari biasanya musim gugur atau sekitar September menjadi awal 2027. Jika benar-benar terjadi, pergeseran ini akan menurunkan total pengiriman iPhone tahun 2026 dengan persentase penyusutan sebesar 4,2 persen.

Faktor lainnya adalah kurangnya pasokan memori yang sedang terjadi secara global, sehingga membatasi pasokan dan membuat harga komponen ini naik. Hal ini berdampak signifikan bagi HP Android entry-level dan mid-range karena umumnya pengguna ponsel segmen ini cukup sensitif soal harga perangkat.

Anthony Scarsella, direktur riset IDC, menyatakan bahwa unit smartphone akan mengalami sedikit penurunan pada tahun 2026, tetapi harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) akan meningkat menjadi 465 dolar AS (sekitar Rp 7,7 juta), mendorong pasar ke rekor tertingginya sebesar 578,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 9,6 triliun).

Tantangan Bagi Vendor Ponsel

Kondisi ini dinilai sebagai tantangan bagi vendor smartphone dalam menghadapi tahun depan. Oleh karena itu, IDC memperingatkan vendor ponsel untuk menyiapkan berbagai strategi. IDC meyakini bahwa sejumlah vendor ponsel harus menaikkan harga produknya. Sementara yang lain akan menyesuaikan katalog produknya dengan mengutamakan model ponsel flagship yang harganya mahal dan margin tinggi, demi mengakali harga memori.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan