
IHSG Menguat di Akhir Pekan, Investor Asing Aktif Beli Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan ini dengan kenaikan. Pada Jumat (12/12), IHSG menguat sebesar 40,02 poin atau 0,46 persen menjadi 8.660,5 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan ini menunjukkan optimisme investor terhadap kondisi pasar saham.
Pengamatan terhadap aktivitas investor asing menunjukkan bahwa mereka mencatat net buy atau beli bersih sebesar Rp 283,92 miliar. Dalam pasar reguler, investor asing melakukan net buy hingga Rp 569,66 miliar. Namun, di pasar negosiasi, terjadi net sell atau jual bersih sebesar Rp 285,73 miliar. Hal ini menunjukkan perbedaan strategi antara pasar reguler dan negosiasi.
Beberapa saham emiten emas menjadi incaran investor asing. Saat ini, saham-saham dengan net buy terbesar dari investor asing adalah:
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai net buy sebesar Rp 556,1 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan nilai net buy sebesar Rp 243,5 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai net buy sebesar Rp 218 miliar
Di sisi lain, beberapa saham juga mengalami net sell terbesar dari investor asing, yaitu:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai net sell sebesar Rp 272,5 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai net sell sebesar Rp 213,5 miliar
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) dengan nilai net sell sebesar Rp 213,1 miliar
Pergerakan Saham LQ45
Dari saham-saham yang termasuk dalam LQ45, terdapat beberapa top gainers yang mengalami kenaikan signifikan, antara lain:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 6,91%
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 5,91%
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 5,54%
Sementara itu, top losers LQ45 mengalami penurunan, seperti:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun -3,06%
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun -2,94%
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun -2,63%
Pergerakan Sektor Pasar
Kenaikan IHSG didukung oleh lima sektor utama, antara lain:
- Sektor barang baku melonjak 5,52%
- Sektor energi melesat 1,23%
- Sektor properti dan real estat naik 1,02%
- Sektor kesehatan terangkat 0,55%
- Sektor barang konsumsi primer naik 0,40%
Namun, enam sektor mengalami penurunan di tengah kenaikan IHSG, yaitu:
- Sektor teknologi terpangkas 2,20%
- Sektor barang konsumsi nonprimer melorot 1,23%
- Sektor infrastruktur tergerus 0,86%
- Sektor perindustrian melemah 0,56%
- Sektor keuangan terkoreksi 0,40%
- Sektor transportasi dan logistik melemah 0,12%
Volume Transaksi dan Performa IHSG
Total volume transaksi bursa mencapai 52,22 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,98 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 377 saham mengalami penurunan, 275 saham menguat, dan 148 saham flat.
IHSG mengakumulasi kenaikan sebesar 0,32% dalam sepekan terakhir. Sejak awal tahun, IHSG telah menguat sebesar 22,33%. Kenaikan ini menunjukkan prospek positif bagi pasar modal di Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar