IHSG Siap Naik, Target 8.660, Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Proyeksi Penguatan IHSG Menuju Level 8.660

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan terus menguat dan menembus level 8.660 pada perdagangan Selasa (2/12/2025). Hal ini didasarkan pada penutupan IHSG kemarin yang naik sebesar 0,47 persen ke posisi 8.548. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG masih berada dalam fase wave (iii) dari wave [iii], yang menunjukkan bahwa tren kenaikan belum selesai.

Selama pola ini bertahan, pasar memiliki ruang untuk menguji resistance berikutnya di 8.616 sebelum berpotensi menembus 8.660 sebagai target penguatan terdekat. Ia juga menilai bahwa IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga area penguatan berikutnya diperkirakan berada pada level 8.660.

Meski arah jangka pendek cenderung positif, pelaku pasar tetap diminta untuk waspada terhadap potensi koreksi sehat. Rentang 8.460-8.491 menjadi zona yang kemungkinan akan diuji kembali untuk memastikan kekuatan support. Level 8.491 dan 8.428 menjadi batas bawah yang perlu dijaga agar momentum kenaikan tetap terpelihara.

“Namun cermati pula area koreksi pada rentang 8,460-8,491 sekaligus menguji area support,” ujar Herditya.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memperkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance pada kisaran 8.440-8.625. Meskipun ada potensi koreksi, ia menilai bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatannya.

Rekomendasi Saham oleh Analis

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan oleh analis:

MNC Sekuritas

  • PT Astra Otoparts Tbk (AUTO): Saham ini ditutup pada harga Rp 2.500. Direkomendasikan buy on weakness karena berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5, sehingga potensi kelanjutan penguatan masih terbuka setelah fase konsolidasi selesai.

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Ditutup pada level Rp 990. Direkomendasikan buy on weakness, mengingat BRMS berada pada awal wave [iii] dari wave C, sebuah fase yang biasanya ditandai oleh percepatan momentum naik.

  • PT PAM Mineral Tbk (NICL): Mengakhiri sesi di Rp 1.040. Mendapat rekomendasi speculative buy karena sedang berada pada wave (ii) dari wave [c], yang mengindikasikan peluang pembalikan arah menuju fase penguatan berikutnya.

  • PT United Tractors Tbk (UNTR): Ditutup di Rp 27.975. Rekomendasinya tetap buy on weakness, seiring UNTR yang sedang berada pada bagian wave 4, fase korektif yang umumnya membuka ruang bagi pembentukan wave selanjutnya.

Pilarmas Investindo Sekuritas

  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Menutup perdagangan di harga Rp 550. Memiliki level support di Rp 540 dan resistance di Rp 590, dengan target penguatan yang diproyeksikan menuju Rp 585.

  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Menutup perdagangan pada Rp 1.575. Secara teknikal, HRTA memiliki support di Rp 1.445 dan resistance di Rp 1.695, dengan target pergerakan ke Rp 1.670.

  • PT Mayora Indah Tbk (MYOR): Ditutup di level Rp 2.150. Level teknikal menunjukkan support di Rp 2.130 dan resistance di Rp 2.230, dengan target harga diproyeksikan di Rp 2.220.

PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI)

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Direkomendasikan strategi trading buy dengan kisaran entry price Rp 2.960 - Rp 2.990. Target penguatan terdekat berada di Rp 3.060 (TP1), sementara target lanjutan diproyeksikan menuju Rp 3.160 (TP2). Namun, pelaku pasar disarankan melakukan stop-loss apabila harga ditutup di bawah Rp 2.900.

  • PT Harum Energy Tbk (HRUM): Strategi trading buy dengan rentang entry di Rp 1.020 - 1.045. Target pertama pergerakan diperkirakan menuju Rp 1.080, sementara target lanjutan berada di Rp 1.130. Investor disarankan melakukan stop-loss apabila harga ditutup di bawah Rp 1.000 untuk mengantisipasi potensi pembalikan arah.

Catatan Penting

Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan aiotrade tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan