IHSG turun 0,31 persen, rupiah naik ke Rp 16.676 per dolar AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan siang ini dengan penurunan, yang menunjukkan kondisi pasar yang cenderung negatif. Pada hari Kamis (11/12), IHSG sesi I ditutup turun sebesar 27,209 poin atau 0,31 persen, dengan posisi akhir di angka 8.673,715. Sementara itu, indeks LQ45 berhasil naik 5,169 poin atau 0,60 persen, mencapai 851,789.

Dalam perdagangan hari ini, terdapat 229 saham yang mengalami kenaikan, sedangkan 425 saham mengalami penurunan dan 145 saham lainnya berada dalam kondisi stagnan. Frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 2.078.261 kali, dengan total volume perdagangan mencapai 40,438 miliar saham senilai Rp 19,74 triliun.

Beberapa saham yang menjadi penahan indeks atau top losers pada siang ini antara lain:

  • Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) turun 30 poin atau 14,85 persen, dengan harga saham berada di level 172.
  • Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 200 poin atau 14,71 persen, mencapai harga 1.160.
  • Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) turun 170 poin atau 10,93 persen, dengan harga saham sebesar 1.385.
  • Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) turun 120 poin atau 9,45 persen, berada di level 1.150.
  • Global Sukses Digital Tbk (DOSS) turun 22 poin atau 8,40 persen, dengan harga saham sebesar 240.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mengalami pergerakan. Siang ini, rupiah menguat sebesar 12,00 poin atau 0,07 persen, dengan kurs terakhir di Rp 16.676.

Berikut kondisi bursa saham Asia pada siang ini:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang turun sebesar 437,699 poin atau 0,88 persen, dengan posisi akhir di 50.156,398.
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 13,800 poin atau 0,05 persen, mencapai 25.555,650.
  • Indeks SSE Composite di China turun 15,640 poin atau 0,49 persen, dengan posisi akhir di 3.881,199.
  • Indeks Straits Times di Singapura naik 15,160 poin atau 0,34 persen, mencapai 4.527,250.

Pergerakan bursa saham hari ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung waspada, dengan beberapa indeks regional mengalami penurunan. Namun, ada juga indeks yang berhasil menunjukkan kenaikan kecil, seperti Hang Seng dan Straits Times. Hal ini menunjukkan bahwa situasi pasar saat ini masih dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun internal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan