
JAKARTA, berita
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Jumat (12/12/2025) mengalami pelemahan. Indeks turun sebesar 28,265 poin atau 0,33 persen menjadi berada di level 8.592,215.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat berada di level 8.651,766. Namun, indeks kemudian bergerak naik hingga menyentuh titik tertinggi sebesar 8.656,159 dan kembali tertekan hingga mencapai posisi terendah sebesar 8.585,422.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi sebesar 8,39 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 3,908 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 226 saham menguat, 286 saham melemah, dan 164 saham stagnan.
Secara sektoral, sektor energi menjadi penopang utama pasar dengan kenaikan sebesar 0,92 persen. Disusul oleh sektor barang baku yang naik 1,04 persen, serta sektor barang konsumsi non-siklikal yang menguat 0,48 persen. Sementara itu, sektor properti naik tipis sebesar 0,19 persen dan sektor transportasi bergerak datar dengan kenaikan 0,02 persen.
Di sisi lain, sektor infrastruktur menjadi penggerak utama pelemahan pasar dengan koreksi sebesar 2,91 persen. Sebagai berikutnya, sektor konsumer siklikal turun 0,50 persen, sektor keuangan melemah 0,37 persen, sektor teknologi terkoreksi 0,22 persen, sektor kesehatan turun 0,20 persen, dan sektor industri melemah 0,11 persen.
IHSG memasuki area rawan koreksi setelah ditutup melemah sebesar 0,92 persen ke level 8.620 pada perdagangan Kamis (11/12/2025) kemarin. Tekanan jual kembali muncul, sedangkan ruang penguatan indeks dinilai masih tertahan oleh fibonacci cluster.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pergerakan IHSG saat ini diperkirakan berada di akhir wave [iii] dari wave 5 pada label hitam. Dengan posisi tersebut, IHSG dinilai berpotensi mengalami koreksi jangka pendek untuk menguji area 8.464-8.583, sekaligus menutup gap tipis yang masih terbuka.
IHSG terkoreksi 0,92 persen ke 8.620 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, penguatannya pun masih tertahan oleh fibo cluster, ujar Herditya dalam analisis hariannya.
Kami memperkirakan saat ini IHSG sedang berada di akhir wave [iii] dari wave 5 pada label hitam, sehingga selanjutnya IHSG rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.583 sekaligus menutup area gap tipisnya, paparnya.
Namun, skenario terburuk atau worst case menunjukkan kemungkinan IHSG telah menyelesaikan wave (1) dan berisiko terkoreksi lebih dalam menuju kisaran 8.000-an.
Namun worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000an, lanjut Herditya.
Untuk level support IHSG berada di 8.553 dan 8.493, sedangkan resistance berada di 8.714 dan 8.821.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi berasal dari analis sekuritas. beritatidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar