IHSG turun 0,44 persen, rupiah menguat ke Rp 16.672 per dolar AS


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan siang ini, Selasa (9/12), di zona merah. Pada sesi pertama perdagangan, IHSG turun sebesar 38,725 poin atau 0,44 persen, berada di level 8.671,970.

Sementara itu, indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 6,202 poin atau 0,73 persen, dengan posisi akhir di 848,870. Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 244 saham menguat, 407 saham mengalami penurunan, dan 149 saham lainnya stagnan.

Frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 1.891.880 kali, dengan total volume perdagangan mencapai 32,296 miliar saham senilai Rp 14,39 triliun.

Beberapa saham yang menjadi penahan indeks atau top losers pada siang ini antara lain:

  • Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) turun 7 poin atau 7,95 persen ke 81.
  • Vastland Indonesia Tbk (VAST) turun 12 poin atau 6,32 persen ke 178.
  • Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) turun 6 poin atau 6,12 persen ke 92.
  • Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) turun 6 poin atau 5,71 persen ke 99.
  • Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) turun 4 poin atau 5,48 persen ke 69.

Dalam data yang dirangkum, nilai tukar rupiah menguat sebesar 23,00 poin atau 0,14 persen terhadap dolar AS, dengan kurs terakhir di angka Rp 16.672.

Berikut kondisi bursa saham Asia pada siang ini:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang naik sebesar 85,601 poin atau 0,17 persen, berada di level 50.662,601.
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong turun sebesar 215,419 poin atau 0,84 persen, dengan posisi akhir di 25.549,939.
  • Indeks SSE Composite di China turun sebesar 5,250 poin atau 0,13 persen, berada di level 3.918,830.
  • Indeks Straits Times di Singapura naik sebesar 11,939 poin atau 0,26 persen, dengan posisi akhir di 4.519,020.

Pergerakan pasar saham siang ini menunjukkan tekanan dari sejumlah sektor, terutama karena adanya sentimen negatif dari luar negeri. Namun, ada juga indikasi bahwa investor mulai memperhatikan peluang-peluang baru di pasar domestik.

Selain itu, kinerja rupiah yang menguat terhadap dolar AS memberikan sedikit optimisme bagi para pelaku pasar. Meskipun demikian, pergerakan IHSG masih terlihat fluktuatif dan belum menunjukkan tren yang jelas.

Pemantauan terhadap situasi ekonomi global tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan pasar saham. Investor diharapkan dapat lebih waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan