
Denise Chariesta, seorang selebgram yang dikenal dengan gaya bicaranya yang langsung dan jujur, turut memberikan komentar terkait pernikahan siri antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli. Ia menanyakan alasan mengapa Insanul memilih untuk menikahi Inara secara diam-diam, tanpa sepengetahuan istri sahnya, Wardatina Mawa.
Pernikahan siri yang digelar pada 7 Agustus 2025 ini masih menjadi sorotan publik. Pasalnya, Insanul menikahi Inara tanpa izin dari Mawa, yang saat itu masih dianggap sebagai istri resmi. Hal ini memicu polemik yang berujung pada laporan polisi. Mawa melaporkan Inara dan Insanul ke Polda Metro Jaya atas dugaan perselingkuhan dan perzinaan.
Dalam kasus ini, Mawa menyatakan bahwa ia belum pernah ditalak secara resmi oleh Insanul saat prosesi pernikahan siri tersebut berlangsung. Ia merasa dikhianati dan akhirnya mengambil tindakan hukum. Sementara itu, Inara Rusli memberikan pembelaan yang bertolak belakang. Ia mengklaim bahwa sebelum menikah secara siri, Insanul telah menjatuhkan talak dua kepada Mawa.
Permasalahan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk Denise Chariesta. Ia menyoroti keputusan Insanul dan Inara untuk menikah secara diam-diam. "Kenapa nikahnya siri? Kenapa nggak resmi aja hayo? Ya sudah, kalau memang ingin buru-buru, nikah sah saja (di mata hukum dan agama)," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Menurut Denise, Inara seharusnya lebih hati-hati dalam mengambil keputusan terkait status perkawinan. Karena ia adalah seorang figur publik, gerak-geriknya selalu dipantau oleh masyarakat. Menikah secara resmi dinilai lebih bijak untuk menghindari fitnah dan masalah hukum di kemudian hari.
Sementara itu, alasan Insanul menikahi Inara meskipun sudah memiliki istri sah akhirnya terungkap. Ia menyebutkan bahwa masalah dalam rumah tangganya dengan Mawa terjadi sebelum ia bertemu dengan Inara. Masalah utamanya adalah komunikasi yang tidak seimbang. "Aku pengin Mawa jadi lebih lembut dari cara berkomunikasinya," ujarnya.
Insanul juga menyebut bahwa Mawa sering menolak hubungan suami istri. "Memang paling parahnya untuk hubungan suami istri sering nolak ya kan sering nolak," katanya. Dari situasi ini, Insanul merasa memiliki kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi. "Jadi aku juga kan punya kebutuhan."
Ia menjelaskan bahwa setelah beberapa kali ditolak, ia merasa bahwa pernikahan siri adalah solusi yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. "Nah itu yang aku jadi ngerasa ya udahlah nikah lagi ajalah gitu kan," tutupnya.
Peristiwa ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara tiga pihak yang terlibat. Dari sudut pandang hukum, pernikahan siri yang dilakukan tanpa sepengetahuan istri sah berpotensi menimbulkan konsekuensi serius. Di sisi lain, dari sudut pandang pribadi, setiap individu memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Namun, hal ini harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan memperhatikan dampak terhadap orang lain.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar