Indikator Sukses CEPA Lebih dari Barang: Layanan dan Penerbangan Langsung Jakarta-Vancouver Jadi Tre

Indikator Sukses CEPA Lebih dari Barang: Layanan dan Penerbangan Langsung Jakarta-Vancouver Jadi Tren

Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Kanada yang Komplementer

Kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Kanada tidak hanya terbatas pada angka perdagangan barang. Duta Besar Kanada, Jess Dutton, menjelaskan bahwa visi jangka menengah mengarah pada pertumbuhan di sektor perdagangan jasa dan kolaborasi berbasis teknologi bernilai tinggi. Menurutnya, hubungan kemitraan ini bersifat komplementer, bukan kompetitif.

"Sangat sedikit produk—hampir tidak ada di sektor pertanian—di mana kita saling bersaing," ujar Dutton. Perjanjian CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) dibangun di atas fondasi ini, di mana keahlian Kanada di agriteknologi dan sektor agribisnis Indonesia yang dinamis saling melengkapi.

Saat ini, fokus utama adalah pada perdagangan barang yang sudah cukup berimbang, dengan total nilai mencapai sekitar $5,1 miliar. Namun, perdagangan jasa antara kedua negara, seperti jasa profesional komersial, peningkatan teknologi, dan pendidikan, hampir tidak tersentuh.

"Di sinilah juga lapangan kerja bernilai tinggi, lapangan kerja bergaji tinggi berasal," kata Dutton, menekankan bahwa perdagangan jasa akan menjadi mesin pertumbuhan yang menggerakkan hubungan ekonomi di masa mendatang, seiring dengan meningkatnya investasi dan perdagangan barang.

Indikator Keberhasilan Implementasi CEPA

Untuk mengukur keberhasilan implementasi CEPA, Dutton memberikan indikator yang sangat spesifik dan mudah diamati: munculnya penerbangan langsung antara Kanada dan Indonesia. Ia mencontohkan rute Vancouver ke Sydney/Melbourne yang sudah ada, membuktikan jarak bukan hambatan utama.

Menurutnya, penerbangan langsung akan terwujud ketika volume perdagangan, khususnya barang bernilai tinggi dan mudah rusak (seperti buah-buahan dan produk segar) yang membutuhkan angkutan udara, telah mencapai jumlah yang signifikan.

"Saya pikir cara untuk melihat dan menilai apakah perjanjian benar-benar berjalan dengan baik, terutama di sektor pertanian, adalah jika kita mendapatkan penerbangan langsung. Saat ini belum ada penerbangan langsung," ungkap Dutton.

Pentingnya B2B Matching dan Ekspor Agri-Food

Oleh karena itu, keberhasilan B2B matching yang diupayakan KADIN dan peningkatan ekspor produk agri-food yang rapuh, seperti yang ditekankan GAPMMI, sangat penting. Dengan demikian, penerbangan kargo dan penumpang langsung tidak hanya akan memfasilitasi perjalanan, tetapi juga menjadi tanda nyata bahwa hubungan perdagangan Indonesia-Kanada telah matang dan menghasilkan arus barang bernilai tinggi yang substansial.

Peluang Kolaborasi Berbasis Teknologi

Selain itu, kolaborasi berbasis teknologi bernilai tinggi juga menjadi salah satu fokus utama dalam hubungan ekonomi kedua negara. Kanada memiliki keahlian di bidang teknologi, sementara Indonesia memiliki pasar yang dinamis dan potensi besar dalam pengembangan inovasi. Kombinasi ini dapat menciptakan peluang baru di berbagai sektor, termasuk pertanian, manufaktur, dan layanan keuangan.

Peningkatan kerja sama di bidang teknologi juga bisa menjadi alat untuk meningkatkan daya saing kedua negara di pasar global. Dengan adanya pelatihan dan transfer teknologi, perusahaan lokal di Indonesia dapat meningkatkan kapasitas produksi mereka, sementara perusahaan Kanada dapat memperluas pasar mereka di Asia Tenggara.

Masa Depan Kemitraan Ekonomi

Dengan fokus pada perdagangan jasa dan kolaborasi teknologi, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Kanada memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Kedua negara dapat saling memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok global, sambil menciptakan lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penerbangan langsung antara dua negara merupakan indikator penting dari perkembangan hubungan tersebut. Jika terwujud, hal ini akan menjadi tanda bahwa perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kanada telah mencapai tingkat yang matang dan stabil.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan