
aiotrade, DENPASAR – Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 2,5% pada November 2025. Hal ini ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,54 pada November 2024 menjadi 110,24 pada November 2025.
Tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) hingga November 2025 mencatat angka sebesar 2,20%, sedangkan inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sebesar 0,40%.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan bahwa inflasi tahunan (year on year/yoy) terjadi karena naiknya harga komoditas-komoditas amatan. Naiknya IHK terjadi di 10 kelompok pengeluaran, antara lain:
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 3,75%
- Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,94%
- Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,37%
- Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,96%
- Kelompok kesehatan sebesar 3,34%
- Kelompok transportasi sebesar 0,83%
- Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,54%
- Kelompok pendidikan sebesar 3,13%
- Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,97%
- Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,65%
Sementara itu, satu kelompok tercatat mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,24% pada November 2025.
Beberapa kelompok pengeluaran memberikan andil atau sumbangan inflasi (yoy), antara lain:
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,18%
- Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05%
- Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,19%
- Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08%
- Kelompok kesehatan sebesar 0,08%
- Kelompok transportasi sebesar 0,09%
- Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01%
- Kelompok pendidikan sebesar 0,21%
- Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,19%
- Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,44%
Sedangkan kelompok yang memberikan sumbangan deflasi (yoy), yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada November 2025 antara lain:
- Beras
- Cabai merah
- Emas perhiasan
- Canang sari
- Bawang merah
- Sekolah Menengah Atas
- Sewa rumah
- Sigaret Putih Mesin (SPM)
- Minyak goreng
- Wortel
- Pepaya
- Sigaret Kretek Mesin (SKM)
- Kopi bubuk
- Bimbingan belajar
- Tongkol diawetkan
- Upah asisten rumah tangga
- Ikan tongkol/ikan ambu-ambu
- Daging ayam ras
- Pepes
- Cabai rawit
Sementara itu, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi (yoy) antara lain:
- Daging babi
- Tomat
- Bawang putih
- Buncis
- Shampo
- Angkutan udara
- Telepon seluler
- Baju kebaya
- Bayam
- Baju kaos tanpa kerah/t-shirt wanita
- Labu siam/jipang
- Baju muslim anak
- Tas tangan wanita
- Sandal karet pria
- Kemiri
- Baju anak setelan
- Saput/pakaian adat Bali
- Ketimun
- Tisu basah
- Baju kaos tanpa kerah/t-shirt anak
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi (month to month/mtm) pada November 2025 antara lain:
- Canang sari
- Bawang merah
- Daging babi
- Wortel
- Tomat
- Jeruk
- Pisang
- Emas perhiasan
- Kangkung
- Cabai rawit
- Soto
- Sigaret Kretek Mesin (SKM)
- Es
- Bawang putih
- Telur ayam ras
- Ongkos binatu/laundry
- Sigaret Putih Mesin (SPM)
- Cabai merah
- Tongkol diawetkan
- Sabun mandi
Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi dengan memberikan sumbangan negatif antara lain:
- Daging ayam ras
- Beras
- Buncis
- Sawi hijau
- Angkutan udara
- Nangka muda
- Baju kebaya
- Air kemasan
- Mangga
- Bahan bakar rumah tangga
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar