Inflasi Bali Tembus 2,51 Persen Akibat Kenaikan Harga Pangan dan Pendidikan


aiotrade, DENPASAR – Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 2,5% pada November 2025. Hal ini ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,54 pada November 2024 menjadi 110,24 pada November 2025.

Tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) hingga November 2025 mencatat angka sebesar 2,20%, sedangkan inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sebesar 0,40%.

Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan bahwa inflasi tahunan (year on year/yoy) terjadi karena naiknya harga komoditas-komoditas amatan. Naiknya IHK terjadi di 10 kelompok pengeluaran, antara lain:

  • Kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 3,75%
  • Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,94%
  • Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,37%
  • Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,96%
  • Kelompok kesehatan sebesar 3,34%
  • Kelompok transportasi sebesar 0,83%
  • Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,54%
  • Kelompok pendidikan sebesar 3,13%
  • Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,97%
  • Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,65%

Sementara itu, satu kelompok tercatat mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,24% pada November 2025.

Beberapa kelompok pengeluaran memberikan andil atau sumbangan inflasi (yoy), antara lain:

  • Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,18%
  • Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05%
  • Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,19%
  • Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08%
  • Kelompok kesehatan sebesar 0,08%
  • Kelompok transportasi sebesar 0,09%
  • Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01%
  • Kelompok pendidikan sebesar 0,21%
  • Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,19%
  • Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,44%

Sedangkan kelompok yang memberikan sumbangan deflasi (yoy), yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01%.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada November 2025 antara lain:

  • Beras
  • Cabai merah
  • Emas perhiasan
  • Canang sari
  • Bawang merah
  • Sekolah Menengah Atas
  • Sewa rumah
  • Sigaret Putih Mesin (SPM)
  • Minyak goreng
  • Wortel
  • Pepaya
  • Sigaret Kretek Mesin (SKM)
  • Kopi bubuk
  • Bimbingan belajar
  • Tongkol diawetkan
  • Upah asisten rumah tangga
  • Ikan tongkol/ikan ambu-ambu
  • Daging ayam ras
  • Pepes
  • Cabai rawit

Sementara itu, komoditas yang memberikan sumbangan deflasi (yoy) antara lain:

  • Daging babi
  • Tomat
  • Bawang putih
  • Buncis
  • Shampo
  • Angkutan udara
  • Telepon seluler
  • Baju kebaya
  • Bayam
  • Baju kaos tanpa kerah/t-shirt wanita
  • Labu siam/jipang
  • Baju muslim anak
  • Tas tangan wanita
  • Sandal karet pria
  • Kemiri
  • Baju anak setelan
  • Saput/pakaian adat Bali
  • Ketimun
  • Tisu basah
  • Baju kaos tanpa kerah/t-shirt anak

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi (month to month/mtm) pada November 2025 antara lain:

  • Canang sari
  • Bawang merah
  • Daging babi
  • Wortel
  • Tomat
  • Jeruk
  • Pisang
  • Emas perhiasan
  • Kangkung
  • Cabai rawit
  • Soto
  • Sigaret Kretek Mesin (SKM)
  • Es
  • Bawang putih
  • Telur ayam ras
  • Ongkos binatu/laundry
  • Sigaret Putih Mesin (SPM)
  • Cabai merah
  • Tongkol diawetkan
  • Sabun mandi

Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi dengan memberikan sumbangan negatif antara lain:

  • Daging ayam ras
  • Beras
  • Buncis
  • Sawi hijau
  • Angkutan udara
  • Nangka muda
  • Baju kebaya
  • Air kemasan
  • Mangga
  • Bahan bakar rumah tangga

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan