Inflasi Kaltim Tahan di Bawah Nasional November 2025


aiotrade,
BERAU —
Inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat sebesar 2,28% atau lebih rendah 0,44 poin persentase dari inflasi nasional yang mencapai 2,72% pada November 2025.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menyatakan bahwa Kaltim berhasil mempertahankan inflasi tahunan pada level yang lebih rendah dibandingkan capaian nasional.

"Meski meningkat, realisasi inflasi Kaltim secara tahunan (yoy) tercatat masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi Nasional yang mengalami inflasi sebesar 2,72% (yoy)," kata Budi Widihartanto dalam keterangan resmi, Selasa (2/12/2025).

Selain itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) Kaltim juga menunjukkan performa yang menggembirakan dengan tercatat sebesar 1,96%.

Namun, tekanan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada November mencapai 0,41%, atau melonjak signifikan dari realisasi Oktober yang hanya 0,01%.

Budi menjelaskan bahwa meskipun inflasi bulanan November mengalami peningkatan akibat anomali cuaca yang mengganggu pasokan ikan tangkap dan distribusi bahan pangan dari daerah sentra, dampaknya terhadap inflasi tahunan relatif terkendali.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil inflasi bulanan sebesar 0,20%, sementara kelompok jasa transportasi juga memberikan tekanan seiring meningkatnya permintaan angkutan udara.

Komoditas emas perhiasan turut menambah tekanan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Lebih jauh, Budi menyebutkan efek dasar (base effect) dari Oktober yang sangat rendah turut memperbesar kontras inflasi bulanan November.

Namun, dalam hitungan tahunan, fluktuasi bulanan ini tidak menggerus fondasi stabilitas harga yang telah dibangun sepanjang tahun.

Dia menyebutkan bahwa konsistensi inflasi tahunan Kaltim yang lebih baik dari nasional merupakan buah dari kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Sepanjang November, tidak kurang dari 65 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) digelar di berbagai kabupaten dan kota.

TPID Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, hingga Kota Samarinda secara kompak menyelenggarakan operasi pasar dan pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga komoditas strategis.

Upaya ini tidak hanya menekan disparitas harga di tingkat konsumen, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga sepanjang tahun.

"Upaya serupa juga dilakukan oleh TPID Kutai Kartanegara dan TPID Kota Samarinda melalui sejumlah operasi pasar murah yang bertujuan mengurangi kesenjangan harga di tingkat konsumen sekaligus memastikan ketersediaan komoditas utama," tuturnya.

Komitmen tersebut terbukti membuahkan hasil gemilang dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) pada 28 November 2025.

Kalimantan Timur meraih empat penghargaan sekaligus, yaitu Juara 1 TPID Provinsi berkinerja terbaik, Juara 1 TPID Kabupaten berprestasi (Kutai Kartanegara), Juara 1 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi terbaik, dan Juara 1 TP2DD Kota terbaik (Balikpapan).

Adapun dia menuturkan TPID Provinsi Kaltim bertekad mempertahankan superioritas inflasi tahunan dengan mengoptimalkan strategi 4K, antara lain ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Selain itu, akselerasi investasi sektor swasta akan terus didorong guna menopang pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga inflasi tahunan pada level yang rendah dan stabil.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan