
Perjalanan Menulis di Tahun 2025
Pada tahun 2025, saya memilih untuk tetap menulis di nurulamin.pro. Saya merasa cukup senang ketika melihat peringkat saya di #KilasBalik2025. Rasanya seperti membuka rapor, ada rasa gugup namun juga bersemangat.
Saya berada di peringkat #12, turun dua angka dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, saya berada di peringkat #14. Meskipun angkanya turun, sebenarnya itu artinya peringkat saya naik karena semakin kecil angkanya, semakin bagus posisinya. Ketika melihat angka tersebut, saya langsung tersenyum sendiri. Lumayan juga, pikir saya. Kerja keras sepanjang tahun tidak sia-sia.
Tahun 2025 adalah tahun terproduktif bagi saya. Dari 208 artikel yang tayang sepanjang tahun 2025, semua mendapat label Pilihan dan 105 mendapat label Artikel Utama. Angka-angka ini bukan sekadar statistik bagi saya. Setiap kali mendapat label Artikel Utama, rasanya seperti menerima validasi bahwa tulisan saya memiliki nilai.
Meskipun tahun 2025 termasuk tahun yang sibuk bagi saya, dengan bekerja dan kuliah, saya tetap bisa menyempatkan diri untuk menulis. Bayangkan saja, pagi berangkat kerja hingga sore, malamnya kuliah. Kadang saya berpikir, kapan waktu menulisnya? Namun, saya selalu mencuri waktu untuk menulis.
Sebetulnya, ada rahasia mengapa saya bisa konsisten: saya ingin masuk nominasi lagi dan keluar sebagai juara di ajang nurulamin.proAwards 2025. Dari awal tahun, target ini sudah jelas. Saya bahkan meminta istriku memaklumi bahwa saya akan sibuk nulis.
Setiap kali lelah atau sedang blank, saya ingatkan diri sendiri tentang target itu. Terus balik lagi ke laptop, mulai mengetik. Dan ternyata, kerja keras saya menghasilkan konten berkualitas yang membawa saya meraih dua penghargaan: Best in Opinion dan People's Choice nurulamin.proAwards 2025.
Di malam pengumuman, saya benar-benar deg-degan. Duduk di antara teman-teman Kompasianer yang masuk nominasi, yang mungkin sedang menunggu nama mereka dipanggil ke atas panggung. Ketika nama saya dipanggil, dua kali pula! Rasanya seperti mimpi. Senang banget. Soalnya terbukti kan, kalau mimpi yang dikejar serius itu bisa jadi kenyataan.
Di sini saya semakin yakin bahwa jika kita punya mimpi, apa pun itu, disertai komitmen, maka kemenangan pasti kita raih.
Mimpi Baru di Tahun 2026
Sekarang, dengan tahun baru yang baru mulai, saya punya mimpi baru: masuk peringkat 10 besar pada #KilasBalik2026. Dari #12 ke 10 besar, kedengarannya mudah ya? Tapi saya tahu itu tidak akan mudah. Harus lebih banyak artikel, lebih dalam risetnya, dan lebih banyak waktu yang dicuri dari kesibukan.
Itu artinya, menulis lebih intens dengan tetap mempertahankan kualitas tulisan. Strateginya gimana? Harus lebih fleksibel. Saya tidak hanya menulis kategori Vox Pop, tapi juga kategori lain. Yang paling penting adalah tetap menulis, terus produktif, dengan satu prinsip: setiap tulisan harus punya nilai kebermanfaatan bagi pembaca.
Ini prinsip saya. Setiap kali selesai menulis, saya selalu bertanya ke diri sendiri: "Pembaca dapat apa ya dari tulisan ini?" Jika jawabannya kosong, ya tulisan itu belum layak tayang. Simpel aja. Percuma kan kalau menulis panjang-panjang, tapi tidak ada yang baca atau tidak ada yang dapat manfaatnya?
Selama ini, saya dikenal karena kerap menulis opini tentang Jakarta. Kota yang saya cintai sekaligus kritik, trotoar yang dikuasi PKL, taman terabaikan, kebijakan yang bikin geregetan, semua jadi bahan tulisan. Tapi tahun ini, saya mau coba sesuatu yang beda: sesekali menulis dengan gaya bercerita atau storytelling. Keluar dari zona nyaman. Dari opini yang tajam ke cerita yang mengalir. Pengen coba hal baru aja.
Jujur, belakangan ini saya sedang berlatih menulis cerita dengan baik. Dan latihan itu mulai berbuah. Tahun 2025, saya berhasil menerbitkan sebuah buku biografi berjudul Aku Tadinya Buta dan Sekarang Dapat Melihat, Riwayat Hidup Joshua Low: Panggilan, Pernikahan, dan Pelayanan. Pas memegang buku itu pertama kali, dengan namaku pada sampulnya, rasanya luar biasa. Proyek berbulan-bulan akhirnya jadi benda yang bisa dipegang dan dibaca orang. Amazing!
Rencananya, buku kedua tentang biografi juga akan terbit tahun ini. Satu sudah terbit, satu lagi sedang dikerjakan. Sepertinya saya mulai suka menulis biografi, setiap orang punya cerita menarik yang layak didengar dan diceritakan.
Eksplorasi di Tahun 2026
Apa kaitannya dengan mengejar peringkat 10 besar pada #KilasBalik2026? Ada kaitan dong. nurulamin.pro itu lab-ku. Tempat eksperimen dan latihan. Setiap artikel adalah latihan menulis, setiap komentar pembaca adalah feedback. Makin sering menulis di sini, makin tajam kemampuan berceritaku, dan itu berguna banget buat menulis buku biografi.
Sebetulnya, di nurulamin.pro, selain opini, saya juga menulis dalam bentuk storytelling, cuma tidak banyak. Bahkan, salah satu ceritaku sempat dimuat di Kompas.com dengan judul Cerita dari Pelabuhan Anging Mammiri tentang Pedagang Asongan.
Nah, di tahun ini, saya mau lebih intens lagi bercerita. Lebih banyak cerita, lebih banyak coba-coba gaya baru. Pengen lebih berani aja. Mungkin, cara berceritaku tidak sekeren sahabatku, Ria Agustina, atau Kak Ire Rosana Ullail, ketika mereka menulis kisah perjalanan mereka. Serius, saya sering baca tulisan mereka dengan kagum. Cara mereka bercerita itu enak banget, bikin pembaca kayak ikut ke tempat yang mereka kunjungi. Saya pengen bisa kayak gitu. Makanya lagi belajar.
Bercerita tentang apa saja, enggak melulu tentang tata kota berkelanjutan. Bosen juga kalau melulu menulis tentang tata kota, apalagi dalam bentuk opini. Hehe. Iya sih, tata kota itu passion-ku. Tapi dunia kan luas. Banyak cerita lain yang bisa ditulis, tentang orang-orang yang kutemui, tempat-tempat yang kukunjungi, pengalaman sehari-hari. Menarik juga kan kalau lebih variatif?
Jadi, tahun 2026 ini adalah tahun eksplorasi bagi saya. Tahun untuk berani mencoba, tidak takut gagal, terus belajar.
Ucapan Selamat Tahun Baru
By the way, sebelum terlambat, saya mau ngucapin dulu, selamat Tahun Baru 2026 untuk teman-teman Kompasianer di manapun berada. Kalian semua, pembaca setia, yang suka beri penilaian dan komentar, yang share tulisan, yang jadi alasan aku terus nulis, thank you banget. Tanpa kalian, perjalanan ini enggak akan seru.
Doaku, semoga kalian sukses di tahun ini, ya. Semoga mimpi-mimpi kalian, apa pun itu, bisa terwujud. Semoga tahun ini bawa lebih banyak kebahagiaan, lebih banyak pencapaian, lebih banyak alasan untuk bersyukur.
Dan aku? Aku akan terus menulis. Karena itulah satu hal yang kulakukan di tahun 2026. Menulis, bercerita, berbagi, sampai mimpi peringkat 10 besar itu jadi kenyataan. Semangat!
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar