
Kehidupan Petugas Loket di Stasiun Juanda
Di balik layar kaca dan mesin tap-in yang sering kita lewati, ada orang-orang yang bekerja delapan jam sehari untuk memastikan perjalanan ribuan penumpang berjalan lancar. Mereka adalah petugas loket, yang tidak hanya menjual kartu atau menangani transaksi, tetapi juga menghadapi tantangan teknis dan emosional setiap hari.
Salah satu petugas tersebut adalah Pancar, yang bekerja di Stasiun Juanda. Dari pengalamannya, pekerjaan ini membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kemampuan berdiplomasi. Setiap hari, ia harus siap bekerja dalam sistem shift delapan jam. Sebelum membuka loket, ia melakukan ritual kecil seperti memastikan penampilan rapi dan pikiran fokus. Hal ini penting karena kerjanya bersentuhan langsung dengan uang dan sistem transaksi yang sensitif. Kesalahan kecil bisa menyebabkan antrean macet dan proses operasional terganggu.
Pancar menjelaskan bahwa tugasnya bukan hanya sekadar gesek kartu. Ia harus memeriksa sinkronisasi saldo, memastikan keamanan transaksi, serta melakukan rekap data yang akurat. Semua ini dilakukan sambil melayani penumpang yang terus berdatangan. Multitasking menjadi kunci dalam pekerjaannya. Tangan meladeni transaksi, telinga menjawab pertanyaan, mata memastikan angka, dan otak tetap fokus.
Tantangan dalam Pekerjaan
Tantangan terbesar bagi Pancar adalah saat antrean padat dan ritme penumpang semakin cepat. Banyak penumpang datang dengan pertanyaan serupa, seperti minimal top-up berapa, kenapa saldo tidak masuk, atau kenapa kartunya error. Di situ, kesabaran bukan hanya keterampilan, tetapi juga survival kit.
“Kuncinya tetap tenang, fokus, dan jawabannya harus konsisten,” kata Pancar. Ia juga menyadari bahwa banyak penumpang marah atau ngegas karena buru-buru, padahal orang di balik loket ini sudah berusaha keras untuk mengatur semua dengan baik.
Masalah terbesar yang sering terjadi adalah kartu yang mendadak error. Biasanya gara-gara kebiasaan kecil yang kita lakukan tanpa mikir, seperti memasukkan kartu ke dompet yang ketekan sama kartu atau barang lain. Pancar juga sering menerima laporan tentang kartu atau barang hilang. Karena itu, mereka selalu minta bukti transaksi dan mengarahkan penumpang ke lost and found maksimal 24 jam setelah kehilangan.
Interaksi dengan Penumpang Gen Z
Pancar juga berbagi pengalamannya tentang interaksi dengan penumpang Gen Z. Menurutnya, Gen Z cenderung cepat dan ingin instan, serta biasanya sudah paham teknologi. Namun, jika ada masalah kecil seperti saldo belum masuk, mereka langsung panik karena dikejar waktu.
Petugas juga mengatakan banyak Gen Z datang sambil sibuk dengan ponsel, jadi informasi dasar seperti minimal top-up harus diulang beberapa kali. Namun, di sisi lain, mereka justru yang paling mudah diarahkan dan paling cepat mengerti sistem. “Yang penting penjelasannya jelas dan cepat. Mereka biasanya nurut,” kata Pancar sambil tersenyum.
Peran Petugas Loket dalam Operasional Stasiun
Meskipun risiko keselamatan utama ada di peron dan dipegang oleh satpam atau passenger service, petugas loket tetap siap membantu kalau ada penumpang yang kebingungan atau butuh pertolongan. Di stasiun, semua unsur operasional bekerja seperti satu tim.
Di akhir wawancara, Pancar menutup dengan pesan yang sederhana, tapi ngena. “Patuhi arahan petugas. Semua aturan itu dibuat untuk keamanan dan kenyamanan semua,” katanya. Sesimpel itu, tapi sering kali kita lupa bahwa pekerjaan mereka bukan cuma duduk di balik kaca. Mereka menghadapi tekanan antrean, memproses transaksi sensitif, mengelola sistem, menghadapi penumpang baru hingga penumpang yang lagi bad mood, dan tetap harus senyum.
Kesimpulan
Kerja mereka adalah seperti jantung kecil yang menjaga ritme perjalanan kita. Jadi, lain kali kalau kamu antre dan petugas minta menunggu sebentar, coba tarik napas. Jangan buru-buru ngegas. Dan kalau bisa, kasih senyum balik. Mereka bukan robot, mereka manusia yang setiap hari membantu kita sampai ke tujuan.
Dan mungkin, setelah membaca ini, kamu akan sedikit lebih menghargai orang di balik loket itu. Karena respect is free, tinggal kita mau kasih atau nggak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar