
Ringkasan Berita
Minggu 14 Desember 2025 merupakan hari Minggu Adven III, yang juga dirayakan sebagai perayaan Santo Yohanes dari Salib, Santo Venantius Fortunatus Uskup dan Pengaku Iman, serta Santo Spiridion Uskup dan pengaku iman. Dalam liturgi gereja Katolik, warna ungu menjadi simbol utama pada hari ini.
Bacaan liturgi untuk hari Minggu Adven III terdiri dari beberapa bagian penting. Bacaan pertama berasal dari Kitab Yesaya 35:1-6a.10, yang menyampaikan pesan tentang kehadiran Tuhan yang menyelamatkan. Ayat-ayat dalam bacaan ini menggambarkan kegirangan dan penebusan yang akan datang, dengan janji bahwa orang-orang yang buta akan melihat, orang tuli akan mendengar, dan orang lumpuh akan berjalan kembali.
Mazmur Tanggapan yang diberikan adalah Mzm 146:7.8-9a.9b-10, yang menekankan kasih dan keadilan Tuhan. Mazmur ini memuji Tuhan yang memberikan keadilan kepada orang yang tertindas, memberi roti kepada orang lapar, dan membuka mata bagi orang buta.
Bacaan kedua diambil dari Kitab Yakobus 5:7-10, yang mengajak umat untuk bersabar karena kedatangan Tuhan sudah dekat. Bagian ini menekankan pentingnya kesabaran dan kesetiaan dalam menjalani iman.
Bait Pengantar Injil diambil dari Yesaya 61:1, yang menyatakan bahwa Roh Tuhan menaungi seseorang dan memberinya tugas untuk menyampaikan kabar gembira kepada orang miskin.
Bacaan Injil diambil dari Matius 11:2-11, yang menceritakan bagaimana Yohanes Pembaptis, yang sedang dipenjarakan, mengirim murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus apakah Dia benar-benar Mesias yang dijanjikan. Yesus merespons dengan menunjukkan bukti-bukti kekuasaan-Nya, seperti penyembuhan orang buta, orang lumpuh, dan orang kusta.
Renungan Harian Katolik
Pertanyaan Yohanes Pembaptis, Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain? menggambarkan keraguan yang dialaminya saat berada dalam penjara. Meskipun ia sendiri yang telah membaptis Yesus, kini ia merasa ragu. Namun, Yesus tidak menegur Yohanes, tetapi justru menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
Renungan ini mengajarkan bahwa keraguan bukanlah tanda ketidakpercayaan, tetapi bagian dari proses iman. Yohanes mengungkapkan keraguan kepada Yesus, bukan menjauh darinya. Ini menunjukkan bahwa iman sejati adalah kemampuan untuk menghadapi keraguan dan tetap mencari jawaban.
Yesus menunjukkan bahwa Allah bekerja dalam hal-hal sederhana, bukan hanya dalam tanda-tanda besar. Karya keselamatan Allah hadir dalam tindakan kecil, seperti penyembuhan dan pengampunan. Ini mengajarkan kita untuk mengenali kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirnya, Yesus berkata, Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku. Ini mengingatkan kita bahwa iman tidak selalu mudah, tetapi harus tetap percaya meskipun ada rasa kecewa.
Refleksi Pribadi
Apakah kamu pernah merasa ragu terhadap kehadiran Tuhan dalam hidupmu? Bagaimana kamu menanggapi saat doa-doamu tampak tidak dijawab? Dapatkah kamu mengenali karya kasih Tuhan dalam hal-hal kecil sehari-hari?
Doa
Tuhan Yesus, di saat hatiku ragu, ajarilah aku untuk tetap mencari-Mu. Buka mataku agar dapat melihat kasih-Mu yang bekerja dalam keseharian. Kuatkan imanku agar aku tidak kecewa, tetapi semakin percaya kepada-Mu, sumber pengharapan sejati. Amin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar