Innalillahi, Kepala Desa Sukasari Indramayu Meninggal Dunia

Innalillahi, Kepala Desa Sukasari Indramayu Meninggal Dunia

Kematian Kuwu Terpilih Desa Sukasari yang Membuat Warga Terkejut

Kabar duka datang dari Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu. Tarsitem, yang terpilih sebagai Kuwu atau kepala desa, meninggal dunia pada Jumat (2/1/2026) sebelum sempat dilantik. Peristiwa ini mengejutkan seluruh masyarakat dan pihak terkait di wilayah tersebut.

Informasi Kematian Diterima Camat Arahan

Camat Arahan, Rohaenah, mengatakan bahwa informasi mengenai kematian Tarsitem diterimanya pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Menurutnya, Tarsitem diduga meninggal akibat serangan jantung setelah mengeluh sakit dan langsung dibawa ke RSUD Indramayu.

"Menurut informasi yang saya terima, Tarsitem mengalami serangan jantung karena ada keluhan sakit. Ia langsung dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal ketika tiba di sana," ujar Rohaenah saat dihubungi melalui telepon.

Meski demikian, pihak camat mengakui bahwa hingga saat ini belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematian Tarsitem dari pihak rumah sakit.

Riwayat Penyakit dan Kondisi Sebelum Meninggal

Dari keterangan yang diperoleh, Tarsitem diketahui memiliki riwayat penyakit stroke. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat dugaan mengenai kondisi kesehatannya yang tidak stabil.

Perwakilan keluarga Tarsitem, Tarjono, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan almarhum sempat memburuk sebelum meninggal. Ia jatuh pingsan dan langsung dibawa ke RSUD Indramayu untuk mendapat penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Meninggal sekitar jam 8.30 WIB saat dibawa ke RSUD Indramayu. Penyebabnya belum diketahui karena belum sempat menjalani pemeriksaan medis," kata Tarjono.

Diagnosis Rumah Sakit dan Dugaan Penyebab Kematian

Dari diagnosis yang diberikan oleh pihak rumah sakit, Tarsitem dinyatakan meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan dengan keterangan dead on arrival (DOA). Meski begitu, penyebab pasti kematian masih dalam proses investigasi.

Tarjono juga menyampaikan bahwa kemungkinan besar kematian Tarsitem disebabkan oleh kelelahan. Ia mengungkapkan bahwa sebelum dan setelah Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025, Tarsitem memiliki agenda yang sangat padat.

"Agenda yang padat itu membuatnya sangat lelah. Itu bisa jadi salah satu penyebabnya," ujar Tarjono.

Peristiwa yang Mengguncang Komunitas

Kematian Tarsitem yang terjadi sebelum pelantikan menjadi peristiwa yang sangat mengejutkan bagi masyarakat Desa Sukasari. Banyak warga yang merasa kehilangan dan berduka atas kepergian sosok yang telah dipilih sebagai pemimpin mereka.

Selain itu, peristiwa ini juga memicu pertanyaan tentang kesiapan dan perlindungan terhadap para calon pemimpin daerah yang sedang menjalani proses pemilihan. Bagaimana tanggung jawab pihak terkait dalam memastikan kesehatan dan keselamatan para kuwu terpilih?

Tindakan Selanjutnya

Hingga saat ini, pihak keluarga dan masyarakat masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut dari pihak rumah sakit. Sementara itu, proses pelantikan Kuwu baru akan dilakukan setelah adanya pengumuman resmi mengenai kekosongan jabatan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan