
Ringkasan Berita:1 Kuwu terpilih Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Tarsitem, meninggal dunia pada Jumat (2/1/2026) sebelum sempat dilantik.2. Informasi wafatnya Tarsitem diterima Camat Arahan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB.3. Camat Arahan, Rohaenah, menyebut Tarsitem diduga meninggal dunia akibat serangan jantung setelah mengeluh sakit dan dibawa ke RSUD Indramayu.
Laporan Wartawan nurulamin.pro, Ahmad Imam Baehaqi
nurulamin.pro, INDRAMAYU- Tarsitem, Kuwu atau kepala desa terpilih dari Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, meninggal dunia pada Jumat (2/1/2026) kemarin.
Camat Arahan, Rohaenah, mengatakan, informasi tersebut diterimanya pada Jumat pagi kira-kira pukul 09.00 WIB atau tidak lama setelah Tarsitem dinyatakan meninggal dunia.
Menurut dia, berdasarkan informasi yang diterimanya kuwu terpilih hasil Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2025 yang berlangsung pada 10 Desember 2025 itu diduga meninggal dunia akibat serangan jantung.
"Informasinya serangan jantung, karena ada keluhan, sehingga langsung dibawa ke RSUD Indramayu, dan dinyatakan meninggal dunia ketika tiba di rumah sakit," kata Rohaenah saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Sabtu (3/1/2026).
Namun, pihaknya mengakui, hingga kini belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari jajaran RSUD Indramayu mengenai penyebab Tarsitem meninggal dunia.
Ia mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperolehnya sebelum dilarikan ke RSUD Indramayu, Tarsitem diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.
Sementara perwakilan keluarga Tarsitem, Tarjono, menyampaikan, sebelum meninggal dunia kondisi kesehatan almarhumah sempat memburuk hingga jatuh pingsan.
Keluarga pun membawa Tarsitem ke RSUD Indramayu untuk mendapat penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong, dan mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Meninggal dunia sekitar jam 8.30 WIB saat dibawa ke RSUD Indramayu, dan belum diketahui penyebabnya, karena belum sempat menjalani pemeriksaan medis," ujar Tarjono.
Dari keterangan rumah sakit, diagnosis meninggalnya Tarsitem tertulis dead on arrival (DOA) atau meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan.
"Kemungkinan (meninggal dunia) akibat kelelahan, karena sebelum dan setelah Pilwu Serentak 2025, almarhumah memiliki agenda yang padat, itu melelahkan sekali," kata Tarjono.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar