
Inovasi Kacamata untuk Mencegah Rabun Jauh pada Anak
Kesehatan mata anak-anak kini mendapat perhatian lebih besar setelah Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyetujui pemasaran lensa kacamata Essilor Stellest. Produk ini dirancang khusus untuk memperlambat progresi rabun jauh atau myopia pada anak usia 6 hingga 12 tahun. Penetapan ini menjadi langkah penting dalam menghadapi tren peningkatan kasus myopia yang semakin meningkat di berbagai belahan dunia.
Myopia adalah kondisi di mana seseorang mampu melihat objek dekat dengan jelas, tetapi kesulitan melihat objek jauh. Tren global menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak di AS diperkirakan akan mengalami myopia saat lulus sekolah menengah. Kondisi ini sering dianggap tidak dapat dicegah dan cenderung memburuk seiring bertambahnya usia.
Teknologi Inovatif dalam Lensa Essilor Stellest
Essilor Stellest menggunakan struktur optik unik dengan 11 cincin konsentris yang dilengkapi titik-titik kecil menonjol pada lensa. Susunan ini membantu memfokuskan cahaya sehingga retina menerima citra yang diyakini mampu memperlambat pemanjangan bola mata, salah satu faktor utama yang menyebabkan perkembangan myopia.
Data dari perusahaan menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan lensa ini mengalami penurunan hingga 71 persen dalam progresi myopia selama dua tahun. Selain itu, terjadi pengurangan sekitar 53 persen dalam elongasi panjang bola mata dibanding lensa biasa. Dengan demikian, kacamata ini memiliki potensi besar dalam mencegah komplikasi serius seperti sobekan retina, katarak, glaukoma, atau detasemen retina.
Peran Dokter Mata dalam Menghadapi Myopia
Dr. Michael Repka, profesor dan dokter mata anak di Johns Hopkins School of Medicine, menjelaskan bahwa sebelumnya, dokter hanya memberikan rekomendasi untuk memakai kacamata tanpa solusi jangka panjang. "Biasanya dokter hanya mengatakan bahwa anak perlu memakai kacamata dan akan hidup dengannya. Kondisi ini akan berlangsung seumur hidup dan kemungkinan akan semakin memburuk dalam beberapa tahun berikutnya," ujarnya.
Sementara itu, Dr. Rupa Wong, dokter mata anak di Honolulu, menekankan bahwa kini ada cara untuk memperlambat perkembangan myopia. "Barangkali bisa mencegah anak memiliki mata sangat memanjang yang menempatkan mereka pada risiko kebutaan," katanya.
Pertimbangan Biaya dan Akses
Meskipun manfaat medis dari Essilor Stellest sangat signifikan, orang tua juga perlu mempertimbangkan biaya pembelian kacamata ini. Harga eceran kacamata dipatok sekitar USD 450 atau setara Rp 7,5 juta (kurs Rp 16.640 per dolar AS). Asuransi penglihatan utama di AS diperkirakan dapat menanggung biaya bagi anak yang memenuhi kriteria medis tertentu.
Sebelum Essilor Stellest, satu-satunya produk FDA untuk memperlambat myopia adalah lensa kontak harian MiSight, yang disetujui sejak 2019 untuk anak 8–12 tahun. Namun, banyak orang tua dan dokter cenderung memilih kacamata karena lensa kontak dianggap kurang ideal bagi anak yang lebih muda atau untuk penggunaan jangka panjang.
Studi Tambahan dan Persetujuan FDA
Meski hasil awal menjanjikan, beberapa dokter di AS termasuk Repka menekankan perlunya studi tambahan pada populasi Amerika. "Sebelum dipakai secara luas, kita akan membutuhkan beberapa data di Amerika Serikat," ujarnya, mengingat uji klinik awal dilakukan di Asia.
Persetujuan FDA untuk Essilor Stellest menandai terobosan global dalam penanganan epidemi myopia anak. Bagi orang tua, komunitas kesehatan mata, dan pembuat kebijakan, inovasi ini menawarkan fondasi baru untuk menjaga penglihatan generasi mendatang sekaligus mengubah lanskap kesehatan mata dunia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar