
Etana Berhasil Meraih Dua Pencapaian Penting di Tahun 2025
Di tengah tantangan kesehatan global dan kebutuhan akan kemandirian farmasi nasional, inovasi menjadi kata kunci. Perusahaan biofarmasi nasional PT. Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) menutup tahun 2025 dengan dua pencapaian yang menjadi tonggak kemandirian farmasi dan inovasi teknologi kesehatan dalam negeri.
Salah satu pencapaian utama Etana adalah penerimaan Penghargaan Karya Anak Bangsa dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi Etana dalam menghadirkan inovasi vaksin yang dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri.
Selain itu, Etana juga mencatatkan tonggak penting dengan diperolehnya Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk obat kanker inovatif yang akan dipasarkan di Indonesia.
Director Anti-Infectious Business Unit Etana, Indra Lamora, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bagian dari perjalanan panjang Etana dalam membangun industri biofarmasi berbasis riset, inovasi, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Pencapaian ini mencerminkan komitmen Etana untuk terus mengembangkan inovasi biofarmasi yang berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi sistem kesehatan nasional,” ujarnya.
Inovasi di Bidang Vaksin dan Terapi Penyakit Tidak Menular
Penghargaan Karya Anak Bangsa diberikan atas kontribusi strategis Etana dalam membangun kedaulatan vaksin. Etana menjadi pelopor industri yang mengembangkan dan memproduksi vaksin mRNA serta vaksin PCV-13 (pneumonia) secara mandiri di dalam negeri.
Selain di bidang vaksin, Etana juga mencatatkan capaian penting dalam pengembangan terapi penyakit tidak menular. BPOM telah memberikan persetujuan pemasaran untuk Neratinib Maleate Tablets dengan nama dagang Hernera®, produk onkologi inovatif yang pertama kali dipasarkan di Indonesia melalui mekanisme pendaftaran obat baru.
Di Indonesia, Hernera® disetujui untuk indikasi sesuai dengan evaluasi BPOM, termasuk penggunaannya dalam pengobatan kanker payudara HER2-positif, setelah melalui penilaian aspek mutu, keamanan, dan khasiat.
Persetujuan ini diharapkan dapat memperluas pilihan terapi bagi pasien kanker, dengan tetap mengedepankan penggunaan yang tepat dan sesuai indikasi medis.
Masa Depan Etana yang Dinantikan
“Tahun mendatang akan menjadi fase lanjutan bagi Etana untuk terus memperkuat kapasitas inovasi, kolaborasi, dan peran aktif dalam mendukung pembangunan kesehatan Indonesia,” tutup Indra.
Etana didirikan pada 2014 dan menjadi perusahaan biofarmasi Indonesia yang fokus meneliti, memproduksi, dan memasarkan terapi biologis untuk pasar Asia Tenggara.
Dengan fasilitas produksi lokal berteknologi tinggi yang memenuhi standar internasional dan tersertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Etana membawa misi menghadirkan terapi berkualitas tinggi, terjangkau, dan inovatif bagi pasien.
Visi dan Misi Etana
Etana memiliki visi untuk menjadi perusahaan biofarmasi yang unggul di kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan visi tersebut, Etana terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta menjaga standar keamanan dan kenyamanan bagi pengguna.
Perusahaan ini juga berkomitmen untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan guna menciptakan solusi inovatif dalam bidang kesehatan. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan berbagai institusi dan lembaga terkait di dalam maupun luar negeri.
Dalam rangka memperkuat posisi Etana sebagai pemain utama di industri biofarmasi, perusahaan juga fokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia. Etana percaya bahwa tenaga ahli yang berkualitas adalah kunci kesuksesan dalam menciptakan inovasi yang berdampak besar bagi masyarakat.
Dengan kombinasi antara teknologi canggih, kualitas produk yang terjamin, dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat, Etana siap menjadi mitra andalan dalam membangun sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar