Insto & Aku: Menjaga Cahaya Sejak Kecil Hingga Tua


Ada benda kecil yang mungkin tampak sepele, namun bagi saya ia adalah arsip perjalanan hidup. Botol mungil berisi cairan yang menenangkan mata itu bernama Insto.

Sejak era 70-an, ia sudah hadir di saku celana atau tas saya, menemani langkah kecil seorang anak yang harus berhadapan dengan debu jalanan dan polusi kendaraan. Tetesanannya sederhana, tapi maknanya besar. Ia menjaga mata agar tetap jernih, agar cahaya dunia bisa terus masuk tanpa terhalang.

Dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga kini di usia senja, Insto tetap ada. Bahkan anak-anak saya, yang kini sudah dewasa, pun tumbuh bersama kebiasaan ini. Seakan setiap tetes Insto adalah tinta kecil yang menjaga arsip mata keluarga, agar tetap terang dan penuh cerita, bebas dari mata yang lelah.

Dari Jalanan Berdebu ke Layar Digital

Dulu, tantangan utama mata adalah polusi jalanan. Debu, asap kendaraan, dan terik matahari membuat mata cepat lelah. Insto hadir sebagai solusi praktis: botol kecil yang bisa dibawa ke mana saja, dengan tetesan yang langsung memberi rasa lega.

Namun zaman berubah. Kini, anak-anak saya lebih sering mengeluh tentang mata kering akibat menatap layar laptop atau ponsel berjam-jam. Ruangan ber-AC menambah rasa kering itu. Tantangan baru muncul, bukan lagi sekadar polusi, melainkan gaya hidup digital.

Di sinilah Insto Dry Eyes mengambil peran. Dengan formula yang bekerja seperti air mata buatan, ia membantu melembapkan mata, mengurangi rasa kering, dan menjaga kenyamanan sepanjang hari.

Seolah Insto berkata: "Aku tetap ada, menyesuaikan diri dengan zaman, menjaga mata keluarga dari dulu hingga kini."

Sebuah Tradisi Kecil yang Bermakna

Saya sering merenung, bagaimana benda kecil seperti Insto bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup. Ia bukan sekadar obat tetes mata, melainkan simbol perhatian. Orangtua saya dulu mengajarkan bahwa menjaga mata adalah menjaga jendela kehidupan. Kini, saya meneruskan pesan itu kepada anak-anak saya.

Ada rasa hangat ketika melihat mereka meneteskan Insto Dry Eyes setelah seharian bekerja di depan layar. Seakan ada benang merah yang menghubungkan masa kecil saya di jalanan berdebu dengan masa kini mereka di ruang digital.

Mata, bagi saya, bukan hanya organ penglihatan. Ia adalah arsip perjalanan keluarga: merekam senyum, tangis, dan cahaya kehidupan yang tak pernah bisa ditulis sepenuhnya di kertas. Setiap tetes Insto seperti tinta kecil yang menjaga arsip itu tetap jernih.

Mata juga adalah cermin kebahagiaan, ketika ia sehat, dunia tampak terang; ketika ia lelah, seluruh hidup terasa redup. Maka menjaga mata berarti menjaga cahaya yang membuat hidup terasa penuh.

Jangan Sepelekan Mata Kering

Sering kali kita menyepelekan gejala mata kering: rasa perih, gatal, atau seperti ada pasir di mata. Padahal, jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu produktivitas dan kualitas hidup. Apa yang tampak kecil bisa berdampak besar jika diabaikan.

Survei terbaru yang dilakukan di wilayah Jabodetabek dan Bandung menunjukkan bahwa 4 dari 10 orang mengalami mata kering, dan 20% di antaranya bahkan tidak menyadarinya. Lebih dari separuh responden yang mengalami mata kering ternyata menggunakan tetes mata yang tidak sesuai, atau bahkan tidak melakukan tindakan apa pun untuk mengatasinya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mata kering bukan hanya masalah pribadi, tapi fenomena yang meluas dan sering kali diabaikan.

Bagi saya, pengalaman lintas generasi bersama Insto adalah pengingat bahwa perhatian sederhana pada mata tidak pernah sia-sia. Dari polusi jalanan hingga layar digital, mata kita selalu butuh dijaga.

Penutup

Insto adalah sahabat kecil yang menemani perjalanan panjang. Dari masa kanak-kanak hingga kini, dari orangtua hingga anak-anak, ia selalu hadir. Kini dengan Insto Dry Eyes, tradisi itu berlanjut, menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.

Mata adalah jendela kehidupan, sekaligus arsip kecil yang menyimpan cahaya keluarga lintas generasi. Menjaganya berarti menjaga kebahagiaan, menjaga cerita, dan menjaga warisan yang tak ternilai. Setiap tetes Insto adalah penjaga arsip itu, agar tetap jernih, terang, dan penuh makna.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan