
Inul Daratista Menyampaikan Kekesalannya terhadap Pejabat dan Politisi di Tengah Bencana Banjir
Inul Daratista, penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagunya yang penuh energi, kini menunjukkan sisi lain dari dirinya. Ia tidak hanya menyampaikan dukacita atas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut), tetapi juga menyampaikan kekecewaan terhadap para pejabat dan politisi yang dinilainya lebih fokus pada pencitraan daripada memberikan bantuan nyata kepada korban.
Duka yang Mendalam dan Kekecewaan terhadap Respons Pejabat
Bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera telah mengakibatkan ratusan korban jiwa dan kerusakan yang sangat parah. Inul Daratista merasa sedih dan prihatin melihat penderitaan warga yang terdampak. Namun, ia juga merasa marah ketika melihat respons dari sejumlah pejabat dan politisi yang justru lebih memperhatikan dokumentasi foto daripada tindakan nyata untuk membantu para korban.
Dalam postingan media sosialnya, Inul menyampaikan rasa dukanya secara langsung. Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilainya berkontribusi pada bencana ini. Ia menegaskan bahwa kesenjangan sosial dan budaya korupsi menjadi akar masalah utama yang membuat penanganan bencana sering kali tidak efektif.
Penyebab Bencana dan Kebijakan yang Tidak Efektif
Curah hujan ekstrem sejak akhir November 2025 telah melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera bagian utara. Akses jalan nasional yang putus total membuat distribusi logistik tersendat. Di tengah situasi seperti ini, Inul menilai bahwa aksi cepat tanggap sangat dibutuhkan, bukan sekadar kunjungan seremonial dari para pejabat.
Ia juga menyampaikan sindiran keras terhadap mereka yang dinilainya "cuci tangan" dalam menghadapi bencana. Menurut Inul, hal itu mencerminkan kurangnya empati terhadap para korban.
Situasi Terkini di Sumatera Barat
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa kondisi wilayahnya mulai berangsur pulih setelah bencana banjir bandang, longsor, dan hujan ekstrem yang melanda sepekan terakhir. Dia menjelaskan bahwa total kerugian yang ditaksir melampaui Rp 1,2 triliun. Luas lahan pertanian yang rusak mencapai sekitar 13 ribu hektare, sementara rumah warga yang terdampak lebih dari 30 ribu unit.
Jumlah warga yang mengungsi disebut lebih dari 130 ribu orang. Hingga sore hari, tercatat 151 warga meninggal dunia dan 118 lainnya masih hilang. Pencarian akan terus dilakukan, dan kemungkinan angka kematian bertambah.
Data Korban Bencana di Wilayah Sumatera
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 604 orang. Data tersebut terdiri dari:
- Aceh: 156 orang meninggal, 181 orang hilang, dan 1.800 orang luka.
- Sumatera Barat: 165 orang meninggal, 114 orang hilang, dan 112 orang luka.
- Sumatera Utara: 283 orang meninggal, 169 orang hilang, dan 613 orang luka.
Selain itu, data Pusdatin BNPB juga menunjukkan bahwa sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan. Jembatan yang rusak mencapai 271 unit, serta 282 fasilitas pendidikan rusak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar