Investasi Rp14 Triliun di Sidoarjo, Bupati Subandi: Penguatan Ekonomi Daerah

Investasi Rp14 Triliun di Sidoarjo, Bupati Subandi: Penguatan Ekonomi Daerah

Realisasi Investasi Sidoarjo Mencapai Rp14,086 Triliun pada Triwulan III 2025

Realisasi investasi di Kabupaten Sidoarjo mencapai angka yang sangat menggembirakan. Pada Triwulan III Tahun 2025, total investasi yang masuk ke daerah ini mencapai sebesar Rp14,086 triliun. Angka ini menunjukkan tingginya minat dan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Sidoarjo.

Investasi besar datang dari berbagai sektor, baik dari luar maupun dalam negeri. Dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA), beberapa perusahaan besar seperti PT New Asia International telah berinvestasi sebesar Rp1,6 triliun. Selain itu, ada juga PT Filtrona Manufacturing Indonesia yang berkontribusi sebesar Rp877 miliar serta PT Java Pacific dengan nilai investasi sebesar Rp305 miliar.

Di sisi lain, dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), tercatat adanya PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk yang memberikan kontribusi sebesar Rp1,6 triliun. PT Citilink Indonesia juga turut berpartisipasi dengan investasi sebesar Rp1,48 triliun, sedangkan PT Maspion memberikan kontribusi sebesar Rp618 miliar.

Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi kepada para investor dan pelaku usaha yang telah memilih Sidoarjo sebagai lokasi investasi. Menurutnya, investasi menjadi motor penting bagi penguatan ekonomi daerah. Hal ini didukung oleh posisi strategis Sidoarjo yang berada di jantung Jawa Timur, dekat dengan Surabaya, Bandara Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, serta terhubung dengan Tol Trans Jawa.

Dari data yang diperoleh, pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada tahun 2024 mencapai 5,54 persen, menjadikannya peringkat ketiga se-Jawa Timur. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional. Subandi menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menjaga iklim investasi yang sehat melalui percepatan layanan digital, penyediaan infrastruktur berkualitas, dan kepastian hukum tetap menjadi prioritas utama.

Penguatan Ekonomi Daerah

Subandi menekankan bahwa kehadiran investor yang terus mempercayai Sidoarjo sebagai lokasi tumbuh dan berkembang merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Ia berkomitmen untuk memastikan Sidoarjo menjadi daerah yang berdaya saing, ramah investasi, sekaligus sejahtera bagi seluruh masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo, Ridho Prasetyo, menyampaikan bahwa realisasi investasi tahun 2024 mencapai Rp17,046 triliun dan menempatkan Sidoarjo di peringkat ketiga se-Jawa Timur. Untuk tahun 2025, target investasi ditetapkan antara Rp12,12 hingga Rp18 triliun sesuai Renstra, Perjanjian Kinerja, dan target Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hingga Triwulan III Tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp14,086 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor masih sangat kuat terhadap Sidoarjo. Dari data DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo, realisasi investasi di tahun 2025 terus bertambah. Pada triwulan I mencapai Rp6,249 triliun, triwulan II Rp4,157 triliun, dan triwulan III Rp3,679 triliun, dengan total 13.648 unit usaha dan serapan tenaga kerja 24.811 orang.

Sektor dengan unit usaha terbanyak adalah Perdagangan dan Reparasi (5.480 unit), disusul Konstruksi, Jasa Lainnya, Industri Makanan, serta Transportasi-Gudang-Telekomunikasi. Sementara sektor dengan nilai investasi terbesar dipimpin Industri Logam Dasar sebesar Rp2,6 triliun.

Ridho juga menyampaikan sejumlah tantangan seperti persaingan antarwilayah, keterbatasan lahan industri, serta masih adanya pelaku usaha yang belum patuh menyampaikan LKPM. Namun, ia memastikan hal tersebut dapat diatasi melalui penguatan sinergi dan penegakan regulasi. DPMPTSP bersama perangkat daerah teknis terus berkomitmen memberikan layanan cepat, mudah, pasti, dan ramah investasi. Kami ingin memastikan Sidoarjo menjadi tujuan utama investasi di Jawa Timur.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan