
Penurunan Harga Jual Kembali iPhone Air yang Signifikan
Harga jual kembali iPhone Air mengalami penurunan drastis sebesar 40-47 persen dalam waktu 10 minggu. Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan keluarga seri iPhone 17 lainnya. Data terbaru dari situs SellCell menunjukkan bahwa hanya dalam kurun waktu 10 minggu sejak peluncurannya, iPhone Air telah kehilangan antara 40,3 hingga 47,7 persen dari nilai pasar awal.
Kejatuhan iPhone Air Sejak Peluncuran Resmi
SellCell menganalisis depresiasi harga iPhone 17 series berdasarkan data harga tukar tambah (trade-in) dari lebih dari 40 perusahaan pembeli iPhone bekas yang berbasis di AS selama periode 10 minggu. Hasilnya menunjukkan bahwa bahkan dalam varian penyimpanan 1TB, iPhone Air mengalami depresiasi terparah, dengan penurunan nilai paling tajam untuk seri manapun dalam kurun waktu 10 minggu sejak tahun 2022.
Berikut adalah data penurunan harga untuk beberapa varian iPhone Air:
| Varian | Harga Rilis | Harga Penurunan (setelah 10 minggu) | Presentase Penurunan |
|---|---|---|---|
| iPhone Air 256GB | Rp 16.6 jutaan | Rp 9.9 jutaan | 40,3 persen |
| iPhone Air 512GB | Rp 20 jutaan | Rp 11 jutaan | 45 persen |
| iPhone Air 1TB | Rp 23.3 jutaan | Rp 12.2 jutaan | 47,7 persen |
Jika diakumulasikan dalam ketiga kategori storagenya, iPhone Air telah mencatatkan penurunan presentase sebesar 44.3 persen baik dari 256GB, 512GB, hingga 1TB.
Perbandingan dengan Model iPhone Lainnya
Dibandingkan dengan model iPhone lainnya, penurunan nilai iPhone Air sangat signifikan. Berikut rincian penurunan:
- iPhone 17 Series (Rata-rata): Penurunan nilai: 34,6 persen dalam 10 minggu.
- iPhone 17 256GB: turun 33 persen
- iPhone 17 Pro 256GB: turun 32 persen
- iPhone 17 Pro Max 256GB: hanya turun 26,1 persen (performa terbaik).
- iPhone Air: Penurunan nilai rata-rata: 44,3 persen
- Selisih dengan iPhone 17 series: 9,7 persen
Artinya, model iPhone 17 standar mempertahankan nilai jualnya hampir 10 persen lebih baik dibandingkan iPhone Air—gap yang sangat signifikan dalam industri smartphone.
Alasan Di Balik Penurunan Harga iPhone Air
Menurut laporan SellCell, ada empat hal utama yang memengaruhi penurunan harga iPhone Air:
1. Ketidakpastian Daya Tahan Perangkat
iPhone Air didesain sebagai smartphone paling tipis yang pernah dibuat Apple. Desain ultra-slim ini menciptakan kekhawatiran di kalangan konsumen dan pembeli ponsel bekas tentang durabilitas jangka panjang perangkat. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan karena semakin tipis smartphone maka akan rentan terhadap sejumlah faktor seperti:
- Kerusakan layar dari tekanan atau benturan,
- Pembengkokan (bending) pada bodi,
- Masalah baterai karena kapasitas terbatas,
- Overheating karena keterbatasan sistem pendingin.
2. Biaya Perbaikan yang Tidak Pasti
Pasar ponsel bekas sangat sensitif terhadap biaya perbaikan. Dengan desain iPhone Air yang ultra-tipis dan konstruksi yang kompleks, ada kekhawatiran bahwa:
- Suku cadang akan lebih mahal.
- Perbaikan akan lebih sulit dan memerlukan teknisi spesialis.
- Ketersediaan parts di pasar aftermarket terbatas.
Ketidakpastian ini membuat perusahaan buyback enggan membayar harga tinggi untuk iPhone Air karena mereka tidak mau mengambil risiko dengan perangkat yang mungkin sulit dijual kembali atau mahal untuk direfurbish.
3. Positioning Produk yang Ambigu
iPhone Air berada di posisi yang awkward dalam lineup keluarga seri iPhone 17. Dengan harga lebih mahal dibanding iPhone 17 (versi standarnya), namun tak sepremium iPhone 17 Pro/Pro Max. Highlight tiga katanya "Super tipis. Super ringan. Super kuat" ternyata tidak cukup menarik bagi mayoritas konsumen.
Konsumen mungkin akan cenderung memilih iPhone 17 standar, dan jika diharuskan untuk mengeluarkan biaya lebih mereka akan membeli iPhone 17 Pro ataupun iPhone 17 Pro Max. Dengan posisi yang nanggung di tengah, iPhone Air akan jauh tanpa audience.
4. Penjualan yang Lambat Sejak Awal
Faktor pertama dan paling mendasar adalah penjualan iPhone Air yang tidak memenuhi ekspektasi sejak hari pertama peluncuran dibandingkan model iPhone 17 lainnya sejak hari pertama. Meskipun data dari Counterpoint Research menunjukkan iPhone Air "sedikit lebih baik" dari iPhone 16 Plus, itu tetap menempatkannya sebagai model terlemah dalam lineup.
Tren yang Mengkhawatirkan: iPhone Air Terus Jatuh
Dengan adanya tren yang mengkhawatirkan ini bisa membuat fenomena penurunan akan terus berlanjut, dan berdampak langsung bagi nilai jual iPhone Air dalam bulan-bulan mendatang. Jika kamu berencana menjual kembali dalam 1-2 tahun, mungkin jangan dulu mengingat penurunan angka 47 persen bukanlah presentase yang kecil, penurunan hampir setengah harga bisa jadi akan merugikanmu.
Apalagi jika kamu termasuk tipe yang suka upgrade smartphone setiap tahun atau dua tahun, iPhone Air adalah pilihan yang sangat buruk. Namun, jika kamu menggunakan pengguna Apple jangka panjang, kalian mungkin tidak akan peduli dengan resale value, depresiasi yang tajam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar