
Kepala Mossad Mengungkap Pembicaraan Presiden Somaliland dengan Netanyahu
Kepala badan intelijen Israel, David Barnea, mengungkap isi pembicaraan antara Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Pembicaraan ini terjadi saat Abdirahman melakukan kunjungan rahasia ke Israel pada Oktober 2025.
Dalam percakapan tersebut, topik utama yang dibahas adalah relokasi warga Palestina di Gaza ke Somaliland. Isu ini sempat muncul sebelumnya pada Agustus 2025. Meskipun begitu, pembicaraan tidak hanya berhenti di situ. Pihak Israel menilai bahwa diskusi tersebut berkembang menjadi kerja sama strategis antara kedua negara.
Hubungan Strategis dengan Yaman sebagai Faktor Utama
Salah satu alasan utama Israel memperdalam hubungan dengan Somaliland adalah kedekatan geografis antara keduanya dengan Yaman, yang merupakan basis dari kelompok Houthi. Dengan posisi yang dekat, hubungan ini menjadi sangat penting dalam konteks kekhawatiran keamanan regional yang terus berlangsung.
Dua bulan setelah pertemuan tersebut, Israel akhirnya mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat pada Jumat (26/12/2025). Ini menjadi pengakuan pertama yang diperoleh Somaliland sejak memisahkan diri dari Somalia pada tahun 1991.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari dialog ekstensif selama setahun antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa Israel akan bekerja sama untuk meningkatkan hubungan antar negara dan bangsa, stabilitas regional, serta kemakmuran ekonomi.
Letak Geografis dan Keadaan Wilayah Somaliland
Somaliland terletak di bagian barat laut wilayah yang dulunya merupakan Protektorat Inggris di Somalia utara. Wilayah semi gurun ini memiliki ratusan mil garis pantai di sepanjang Teluk Aden di utara. Selain itu, Somaliland juga berbatasan dengan Ethiopia di selatan dan barat, serta Djibouti di barat laut.
Luas wilayah Somaliland mencapai 177.000 kilometer persegi, dengan populasi sekitar 5,7 juta penduduk, berdasarkan data per 2 Januari 2024. Namun, wilayah timurnya masih menjadi sengketa bagi masyarakat yang tidak mendukung program separatis di ibu kota Hargeisa.
Meskipun belum diakui secara internasional, Somaliland memiliki sistem politik yang berfungsi, lembaga pemerintahan, kepolisian, dan mata uang sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak memiliki pengakuan resmi dari komunitas internasional, negara ini tetap memiliki struktur pemerintahan yang stabil.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar