Isu Negosiasi AS-RI Terancam Batal, ESDM Jamin Impor Minyak dan BBM Berjalan Lancar

JAKARTA, berita
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap mempertahankan komitmennya untuk mengimpor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat (AS), sesuai dengan kesepakatan yang telah dijajaki dalam perundingan. Hal ini dilakukan meskipun terdapat isu bahwa kesepakatan perdagangan terkait tarif resiprokal antara Indonesia dan AS tengah berada di ambang kegagalan.

Menurut Yuliot, pejabat di Kementerian ESDM, pihaknya tetap akan berupaya memenuhi komitmen tersebut. Ia menyampaikan hal ini saat berada di Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (12/12/2025). Menurutnya, saat ini Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian sedang melakukan peninjauan ulang terhadap kesepakatan dagang tersebut.

Seluruh kementerian dan lembaga terkait akan duduk bersama untuk membahas kelanjutan dari kesepakatan tersebut. "Ini kan lagi dikurasikan sama Kemenko Perkonomian. Jadi nanti Kemenko Perekonomian akan mengajak duduk bersama seluruh kementerian/lembaga terkait, termasuk ESDM," ucapnya.

Sebelumnya, seorang pejabat AS melalui laporan Reuters menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menarik kembali beberapa komitmen yang telah disepakati dalam perundingan. "Mereka mundur dari apa yang sudah kita sepakati pada Juli," ujar pejabat tersebut kepada Reuters, Selasa (9/12/2025), tanpa merinci komitmen mana yang kini dipersoalkan Indonesia.

Pada 15 Juli lalu, Indonesia dan AS mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif resiprokal dari 32 persen menjadi 19 persen terhadap barang-barang Indonesia yang masuk ke AS. Penurunan tarif tersebut dibarengi dengan keputusan Indonesia untuk menghapus tarif pada lebih dari 99 persen barang AS dan menghilangkan seluruh hambatan non-tarif terhadap produk AS yang masuk ke RI.

Namun, kesepakatan ini kini berisiko gagal. Financial Times sebelumnya melaporkan bahwa AS menilai Indonesia "mundur" dari komitmen menghapus hambatan non-tarif untuk ekspor industri dan pertanian AS, serta komitmen terkait regulasi perdagangan digital.

Adapun Kemenko Perekonomian yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi kementerian yang bertanggung jawab atas kelancaran proses negosiasi tarif resiprokal dengan AS.

Berikut adalah beberapa aspek penting terkait kesepakatan ini:

  • Komitmen Awal: Kesepakatan awal antara Indonesia dan AS mencakup penurunan tarif resiprokal dan penghapusan hambatan non-tarif.
  • Isu yang Muncul: Terdapat indikasi bahwa Indonesia tidak sepenuhnya mematuhi komitmen yang telah disepakati.
  • Proses Peninjauan: Kemenko Perekonomian sedang melakukan evaluasi terhadap kesepakatan tersebut.
  • Keterlibatan Lembaga Terkait: Seluruh kementerian dan lembaga terkait akan duduk bersama untuk membahas kelanjutan kesepakatan.

Dalam situasi seperti ini, komunikasi yang jelas antara kedua belah pihak sangat penting untuk menjaga hubungan bilateral dan mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar. Dengan adanya peninjauan ulang dan diskusi lanjutan, diharapkan dapat ditemukan solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan