Jadwal dan Persiapan Jonatan Christie untuk BWF World Tour Finals 2025
BWF World Tour Finals 2025 akan menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para pemain bulu tangkis dunia. Meski belum ada pengumuman resmi dari TVRI mengenai siaran langsungnya, acara ini rencananya akan disiarkan pada pagi hari. Ajang ini menjadi penutup musim bulu tangkis yang penuh dengan kompetisi ketat antara pemain terbaik di seluruh dunia.
Jonatan Christie, tunggal putra Indonesia, telah mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi BWF World Tour Finals 2025. Ia mendapatkan dukungan ekstra melalui kerja sama dengan Waroeng Steak & Shake, yang memberinya suntikan finansial maupun motivasi. Sejak bekerja independen sejak akhir Mei lalu, Jojo harus mengurus segalanya sendiri meskipun sudah merekrut pelatih pribadi, Vicky Angga Saputra, yang juga mantan penghuni pelatnas PBSI.
Persiapan yang mumpuni menjadi kunci bagi Jonatan menjelang BWF World Tour Finals 2025. Turnamen ini akan digelar pada 17-21 Desember 2025 di Hangzhou, China. Jonatan akan bersaing dengan tujuh tunggal putra terbaik lainnya dalam kompetisi yang terbagi dalam dua babak yaitu penyisihan grup dan fase gugur.
Pesaing Jojo adalah Shi Yu Qi (China), Li Shi Feng (China), Kunlavut Vitidsarn (Thailand), Chou Tien Chen (Taiwan), dan Kodai Naraoka (Jepang). Selain itu, ada perwakilan dari Benua Eropa yaitu Anders Antonsen (Denmark) dan Christo Popov (Prancis) yang pernah mengalahkannya.
Jonatan menyatakan bahwa persiapan menuju BWF World Tour Finals 2025 berjalan baik dan lancar. "Sejauh ini, satu setengah minggu setelah dari Australia (Open) kemarin. Secara keseluruhan oke, jauh lebih baik," ujar Jonatan. Fokusnya juga sudah masuk untuk ke World Tour Finals. Jadi memang persiapannya sejauh ini sudah ada di 70 persen.
Jonatan berstatus underdog menuju kompetisi berhadiah total 3 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 49,7 miliar rupiah menurut nilai tukar rupiah saat berita ini dimuat. Ia sadar tantangan berat menanti karena semua lawannya di Finals nanti bervariasi. Ada yang berpengalaman, ada pula yang muda dan sulit diterka.
"Misalnya, Chou Tien Chen dengan usia yang segitu (35 tahun-red) masih berkompetisi, mungkin salah satu dari yang paling banyak bertanding di tahun ini," ujar Jonatan. "Permainannya juga tidak terlalu menurun," ujar Jojo. Chou Tien Chen menjadi pemain yang lebih sering membuatnya kalah daripada menang dalam tiga tahun terakhir.
"Saya tidak pernah sangka Christo juga masuk (BWF World Tour Finals 2025, red). Dengan penampilannya tahun lalu, siapa yang bisa tahu Christo bisa tampil baik tahun ini. Lalu ada Li Shi Feng, Chou Tien Chen, (Anders) Antonsen juga. Peluang untuk saya selalu ada. Saya akan melakukan yang terbaik," imbuhnya.
Jonatan juga berbicara dengan tren prestasinya yang ibarat mesin diesel karena terlambat panas. Melihat ke belakang, tak cuma sekali Jonatan kalah dini di turnamen pertamanya lalu mencapai babak akhir atau bahkan juara dalam sebuah rangkaian ajang. Awal tahun ini, setelah tersingkir di babak pertama Malaysia Open, Jonatan menanjak dengan mencapai semifinal India Open lalu runner-up Indonesia Masters. Pun gelar pertamanya tahun ini saat Korea Open didahului dengan hasil kalah di babak kedua China Masters.
Melihat rekam jejaknya tersebut, BWF World Tour Finals bisa berbahaya bagi Jonatan karena tidak didahului turnamen 'pemanasan'. Namun, Jonatan tidak khawatir soal itu. "Ya, mungkin dibilang telat panas, karena mungkin ditarik melihat track record-nya beberapa kali, ada kejadian seperti itu," ucap Jonatan. "Di pertandingan yang pertama kalah di babak awal, lalu selanjutnya bagus-bagus. Saya rasa itu bukan menjadi satu patokan. Jadi memang ini soal kesiapannya saja, sih."
Jonatan berharap bisa menjadi juara BWF World Tour Finals 2025 kendati akan menghadapi setiap pertandingan satu per satu. Andai berhasil melakukannya, bapak satu anak ini bakal menjadi tunggal putra pertama Indonesia yang memenangi turnamen Finals sejak era Superseries pada 2008.
Apa Itu BWF World Tour Finals?
BWF World Tour Finals (nama resminya HSBC BWF World Tour Finals) adalah turnamen penutup musim bulut angkis tahunan. Lebih mudahnya, perhelatan ini seperti grand final badminton yang diadakan setiap bulan Desember oleh BWF. Sebelum bernama BWF World Tour Finals, turnamen ini dulunya bernama BWF Super Series Finals.
Di mana Peserta yang boleh ikut cuma pemain-pemain yang sudah mengumpulkan poin terbanyak dari semua rangkaian turnamen BWF World Tour yang digelar sepanjang tahun tersebut.
Siapa Saja Kontestannya?
Daftar pemain yang berhak ikut serta tidak dipilih secara acak. Sebab mereka harus lolos dari kualifikasi khusus Race to Finals Ranking. Dalam Race to Finals Ranking, poin-poin yang didapat pemain dalam gelaran BWF World Tour akan dihitung untuk menentukan peringkat diambil dari 14 hasil terbaik. Poin turnamen untuk musim 2025 ini dihitung mulai dari Syed Modi India International 2024 hingga Australia Open 2025.
Dari perhitungan tersebut, hanya 8 pemain/pasangan teratas di setiap sektor (Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, Ganda Campuran). Terdapat pembatasan kuota bagi tiap negara. Yakni setiap negara atau kontingen maksimal 2 pemain/pasangan di setiap sektor. Jadi, kalau ada 4 pemain dari satu negara di top 8, cuma dua teratas yang bisa masuk. Aturan lainnya, ada regulasi khusus Juara Dunia BWF bisa dapat undangan khusus (semacam wildcard), meskipun peringkatnya tidak masuk Top 8 Race to Finals. Tapi, dengan syarat, peringkat mereka yang keluar sebagai Juara Dunia BWF saat undangan dikirim harus berada di Top 20 dunia.
Peserta BWF World Tour Finals 2025
Tunggal Putra: - Shi Yuqi (Cina) - Kunlavut Vitidsarn (Thailand) - Chou Tien Chen (Taiwan) - Li Shifeng (Cina) - Anders Antonsen (Denmark) - Christo Popov (Perancis) - Jonatan Christie (Indonesia) - Kodai Naraoka (Jepang)
Tunggal Putri: - Akane Yamaguchi (Jepang) - An Se-young (Korea Selatan) - Wang Zhi Yi (Cina) - Han Yue (Cina) - Pornpawee Chocuwong (Thailand) - Tomoka Miyazaki (Jepang) - Putri Kusuma Wardani (Indonesia) - Ratchanok Intanon (Thailand)
Ganda Putra: - Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) - Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) - Liang Weikeng/Wang Chang (Cina) - Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) - Sabar Karyaman/Reza Pahlevi (Indonesia) - Man Wei Chong/Tee Kai Wun (Malaysia) - Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin (Taiwan) - Fajar Alfian/Shohibul Fikri (Indonesia)
Ganda Putri: - Liu Shengshu/Tan Ning (Cina) - Jia Yifan/Zhang Shuxian (Cina) - Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) - Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong (Korea Selatan) - Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) - Baek Ha Na/Lee So Hee (Korea Selatan) - Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang) - Hsieh Pei Shan/Hung En Tzu (Taiwan)
Ganda Campuran: - Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) - Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand) - Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (Cina) - Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (Cina) - Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai (Malaysia) - Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis) - Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (Jepang) - Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu (Indonesia)
Jadwal BWF World Tour Finals 2025
Rabu, 17 Desember 2025 - Pukul 08.30 WIB: Fase Grup Sesi 1 - Pukul 16.00 WIB: Fase Grup Sesi 2
Kamis, 18 Desember 2025 - Pukul 08.30 WIB: Fase Grup Sesi 1 - Pukul 16.00 WIB: Fase Grup Sesi 2
Jumat, 19 Desember 2025 - Pukul 08.30 WIB: Fase Grup Sesi 1 - Pukul 16.00 WIB: Fase Grup Sesi 2
Knock-out Draw - Sabtu, 20 Desember 2025 - Pukul 08.30 WIB: Semifinal Sesi 1 - Pukul 16.00 WIB: Semifinal Sesi 2 - Minggu, 21 Desember 2025 - Pukul 13.00 WIB: Final
Catatan: jadwal bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan kebijakan penyelenggara dan pemegang hak siar

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar