nurulamin.pro , JAKARTA —
Kalender Perdagangan Bursa Tahun 2026
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan rincian hari bursa dan libur bursa untuk bulan Januari 2026. Dalam informasi yang dirilis, terdapat 20 hari perdagangan bursa selama periode tersebut. Dua hari libur bursa juga telah ditetapkan, yaitu pada tanggal 1 Januari 2026 yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Masehi. Selain itu, perdagangan bursa akan kembali diliburkan pada tanggal 16 Januari 2026, yang merupakan hari Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Seremoni Pembukaan Perdagangan Saham 2026
Pembukaan perdagangan saham tahun 2026 telah digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Jumat (2/1/2026). Acara ini dipimpin oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, didampingi oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Respons Pasar Terhadap Pembukaan Tahun 2026
Dalam laporan yang diterbitkan oleh Bisnis, pasar merespons positif terhadap pembukaan perdagangan tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak ke zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,39% menuju level 8.685 pada sesi pembukaan. Performa awal tahun ini melanjutkan tren positif dari penutupan tahun lalu. Sebagai catatan, pada perdagangan terakhir 30 Desember 2025, indeks komposit ditutup menguat tipis sebesar 0,03% ke level 8.646,94.
Kinerja IHSG dan Transaksi Pasar Modal
IHSG ditutup dengan kenaikan ke level 8.748,13 pada perdagangan perdana 2026, Jumat (2/1/2026). Beberapa saham dengan nilai transaksi tinggi seperti saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) hingga PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) mengalami lonjakan signifikan.
Dalam data yang dirilis, IHSG ditutup dengan nilai transaksi mencapai Rp22,13 triliun. Volume transaksi mencapai 48,82 miliar lembar, sementara frekuensi transaksi sebanyak 3,07 juta kali. Adapun, market cap pasar modal Indonesia mencapai Rp16.013 triliun.
Kondisi Pasar dan Proyeksi Kedepan
Kondisi pasar yang stabil dan positif pada awal tahun 2026 menunjukkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Meski ada beberapa faktor makroekonomi yang bisa memengaruhi sentimen pasar, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam fase penguatan. Investor tampak lebih percaya diri dan siap untuk menjajaki peluang baru di pasar modal.
Beberapa analis memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik dan stabilitas politik dapat menjadi pendukung utama bagi kinerja pasar saham. Selain itu, pengumuman kebijakan moneter dan fiskal yang progresif juga dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja pasar.
Dengan adanya kalender bursa yang jelas dan respons positif dari pasar, tahun 2026 diharapkan menjadi tahun yang baik bagi para pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia. Kehadiran investor domestik dan asing yang aktif serta kesiapan pemerintah dalam memberikan dukungan kebijakan akan menjadi kunci utama dalam memperkuat fondasi pasar saham.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar