
bali.nurulamin.pro
, DENPASAR - Rerahinan memiliki makna yang dalam bagi umat Hindu di Bali. Ini merupakan peringatan terhadap hari-hari suci yang penuh makna dan nilai-nilai spiritual yang tinggi. Kata "rerahinan" berasal dari kata "rai", yang berarti puncak atau hari-hari penting yang dianggap suci.
Pada hari-hari suci ini, kekuatan spiritual akan mengalir lebih besar dan deras. Hal ini dianggap sebagai aliran kekuatan suci yang berasal dari Ida Sanghyang Widhi Wasa, yaitu sumber segala kehidupan dan kekuatan spiritual dalam ajaran Hindu.
Rerahinan diperingati dengan dasar nilai moral spiritual dan kesadaran manusia dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Bagi umat Hindu, momen-momen ini menjadi ajang untuk merenung, memohon berkah, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Selama bulan Januari 2026, umat Hindu di Bali akan menggelar sebanyak 11 kali rerahinan. Setiap hari suci ini dijalani dengan ritual dan persembahyangan di merajan maupun sanggah masing-masing. Berikut adalah jadwal lengkap rerahinan umat Hindu Bali pada Januari 2026:
- 3 Januari 2026 – Tumpek Krulut. Pada hari ini, umat Hindu menyembah Ida Sang Hyang Widi atau Bhatara Iswara di Sanggah Kemulan, dengan memohon keselamatan dan perlindungan.
- 3 Januari 2026 – Purnama. Hari purnama merupakan momen penting dalam kalender Hindu, di mana bulan purnama digunakan sebagai simbol keutuhan dan kesempurnaan.
- 7 Januari 2026 – Buda Wage Merakih. Hari ini merupakan perayaan pemujaan kepada Bhatara Rambut Sedana, yang juga dikenal sebagai Sang Hyang Rambut Kadhala.
- 9 Januari 2026 – Hari Bhatara Sri. Perayaan ini bertujuan untuk memuja kekuatan dan kedamaian yang berasal dari Bhatara Sri.
- 13 Januari 2026 – Anggar Kasih Tambir. Hari ini menjadi momen untuk memperkuat ikatan antara manusia dan Tuhan melalui doa dan persembahan.
- 13 Januari 2026 – Kajeng Keliwon Uwudan. Momen ini sering dianggap sebagai hari untuk membersihkan diri secara spiritual dan memohon pengampunan.
- 17 Januari 2026 – Hari Siwa Ratri. Hari ini diperingati sebagai hari besar untuk memuja Ida Sanghyang Siwa, yang merupakan salah satu dari tiga dewa utama dalam ajaran Hindu.
- 18 Januari 2026 – Tilem. Hari Tilem adalah hari ketika bulan tidak terlihat, sehingga menjadi waktu yang cocok untuk melakukan meditasi dan refleksi diri.
- 20 Januari 2026 – Anggara Paing Medangkungan. Pada hari ini, umat Hindu memuja Ida Sanghyang Widi atau Bhatara Brahma di Merajan Kawitan atau Paibon.
- 28 Januari 2026 – Kajeng Keliwon Enyitan. Hari ini menjadi momen penting untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan.
- 28 Januari 2026 – Buda Keliwon Matal. Hari ini juga merupakan hari suci yang diperingati dengan persembahyangan dan doa-doa tertentu.
Setiap hari suci dalam kalender Hindu memiliki makna dan tujuan yang berbeda-beda. Namun, secara umum, semua hari ini menjadi momen penting untuk memperkuat iman, memohon berkah, serta menjaga keseimbangan antara dunia fisik dan spiritual. Dengan mengikuti jadwal rerahinan yang telah ditetapkan, umat Hindu di Bali dapat menjalani kehidupan dengan lebih penuh makna dan kesadaran.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar