Perayaan Natal 2025 di GKI Maranatha Sorong
Ibadah Natal Tahun 2025 di Gereja Kristen Injili (GKI) Maranatha, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya berlangsung dengan penuh antusiasme. Sebanyak sekitar 1.500 jemaat hadir dalam perayaan tersebut, yang dipimpin oleh Pdt. Eliezer Sarwom. Acara ini digelar pada hari Kamis, 25 Desember 2025, dan berlangsung mulai pukul 09.00 WIT.
Subtema utama dalam ibadah kali ini adalah "Mampukan Setiap Keluarga Hidup pada Sesama dan Dunia". Tema ini menjadi panduan bagi jemaat untuk menjadi cikal bakal perdamaian baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Dengan mengangkat tema ini, para jemaat diingatkan akan pentingnya menjaga harmoni dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
Penatua GKI Maranatha, Melianus Howai, menyampaikan bahwa Ibadah Natal tahun ini hanya dilaksanakan satu kali. Meskipun begitu, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 1.000 orang. Ia menekankan bahwa momen Natal bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai cinta kasih dan toleransi antarumat beragama.
Pesan Penting dari Penatua Melianus Howai
Melianus Howai (48 tahun) menjelaskan bahwa subtema yang diangkat dalam ibadah kali ini memiliki makna mendalam. Ia berharap melalui tema ini, setiap keluarga mampu menjadi teladan dalam menjaga perdamaian dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa perayaan Natal harus menjadi momen untuk memperkuat hubungan antar sesama, terutama di wilayah Papua Barat Daya yang kaya akan keragaman budaya dan agama.
Selain itu, ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh umat GKI Maranatha agar dapat menjaga toleransi antarumat beragama. Di Kota Sorong dan provinsi Papua Barat Daya, kerukunan antar komunitas sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan perdamaian.

Kepemimpinan Pdt. Eliezer Sarwom
Dalam perayaan Natal 2025 ini, Pdt. Eliezer Sarwom menjadi pemimpin ibadah. Ia menyampaikan pesan-pesan penting yang berkaitan dengan makna Natal dan peran setiap individu dalam membangun dunia yang lebih baik. Menurutnya, setiap jemaat wajib menjadi pelopor perdamaian, tidak hanya dalam lingkungan keluarga, tetapi juga di tingkat daerah hingga dunia.
Pdt. Eliezer juga menekankan bahwa Natal adalah waktu untuk merenungkan makna cinta dan pengorbanan. Ia mengajak jemaat untuk tidak hanya merayakan hari besar ini secara formal, tetapi juga untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Persiapan Ibadah Malam Kudus
Sebelum pelaksanaan Ibadah Natal, jemaat GKI Maranatha Sorong telah menggelar Ibadah Malam Kudus. Acara ini berjalan dengan lancar dan penuh makna, memberikan kesempatan bagi jemaat untuk bersyukur dan memohon berkat bagi tahun baru. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh hikmat dan kekhusyukan.
Perayaan Natal 2025 di GKI Maranatha Sorong tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan antar umat beragama. Dengan semangat persaudaraan dan toleransi, masyarakat di Papua Barat Daya dapat terus hidup dalam kedamaian dan harmoni.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar