Jakarta Hadirkan Layanan Skrining Kesehatan di Titik Keramaian Selama Libur Nataru 2025–2026

Jakarta Hadirkan Layanan Skrining Kesehatan di Titik Keramaian Selama Libur Nataru 2025–2026

Layanan Kesehatan Gratis di Berbagai Titik untuk Libur Nataru

Di tengah meningkatnya mobilitas warga selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa aspek kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Untuk itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menghadirkan layanan skrining kesehatan gratis di berbagai titik transportasi, ruang publik, serta lokasi wisata. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memantau kondisi tubuh sebelum maupun saat melakukan perjalanan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) paket cepat. Pemeriksaan fokus pada deteksi dini faktor risiko penyakit, baik fisik maupun kesehatan jiwa, yang sering muncul pada periode perjalanan panjang dan aktivitas padat.

Skrining yang disediakan mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, status gizi melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, serta lingkar perut. Selain itu, terdapat juga skrining jiwa, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan deteksi tuberkulosis. Layanan dilengkapi dengan anamnesa PPOK dan kanker paru, konseling kesehatan, serta edukasi pencegahan penyakit.

Untuk pengemudi angkutan umum, pemeriksaan dilakukan lebih ketat. Selain paket CKG, dilakukan pula tes alkohol respirasi dan pemeriksaan urine amphetamin/NAPZA untuk memastikan kondisi pengemudi laik jalan dan aman bagi penumpang. Kebijakan ini dinilai penting guna mencegah risiko kecelakaan akibat kelelahan atau pengaruh zat terlarang.

Layanan kesehatan ini tersebar di tujuh terminal besar, yakni Pulogebang, Kalideres, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, Grogol, Muara Angke, dan Lebak Bulus. Di sektor perkeretaapian, pemeriksaan tersedia di Stasiun Gambir dan Pasar Senen yang menjadi titik keberangkatan penumpang terbesar di Jakarta.

Tidak hanya di transportasi, fasilitas cek kesehatan juga disediakan di enam destinasi wisata favorit seperti Monas, TMII, Ragunan, Kota Tua, Ancol, serta kawasan Kepulauan Seribu. Sementara di wilayah perairan, layanan tersedia di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, dan Dermaga Marina Ancol.

Ani menegaskan bahwa seluruh posko kesehatan didukung tenaga medis dari puskesmas dan RSUD, terdiri dari dokter, perawat, serta analis laboratorium. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan layanan cepat sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Berdasarkan evaluasi tiga tahun terakhir, penyakit yang paling sering ditemukan selama periode libur Nataru antara lain hipertensi, diabetes, sindrom sakit kepala, serta gangguan lambung. Karena itu, skrining kesehatan dipandang penting agar masyarakat dapat mengetahui kondisi tubuh sebelum beraktivitas lebih jauh.

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa perjalanan jauh tetap perlu didukung kesiapan fisik dan mental. Dengan deteksi dini, risiko gangguan kesehatan dapat diminimalkan sehingga libur akhir tahun tetap berjalan aman, nyaman, dan sehat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan