Jaksa: Stafsus Nadiem Tetapkan Harga Laptop Chromebook dan CDM Rp6,4 Juta per Unit

Jaksa: Stafsus Nadiem Tetapkan Harga Laptop Chromebook dan CDM Rp6,4 Juta per Unit

Pengadaan Laptop Chromebook dalam Proyek Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek

Jaksa menyebutkan bahwa harga laptop Chromebook yang disepakati terkait proyek digitalisasi pendidikan di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebesar Rp6,4 juta per unit. Harga tersebut ditentukan oleh dua staf khusus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, yaitu Jurist Tan dan Viona Handayani. Selain itu, eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek sekaligus salah satu terdakwa, Ibrahim Arief, juga turut serta dalam menentukan harga tersebut.

Spesifikasi laptop yang digunakan dalam proyek ini adalah dengan prosesor Intel N4000, RAM 4GB, dan penyimpanan sebesar 64 GB. Spesifikasi tersebut sesuai dengan perintah dari Nadiem Makarim. Dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Selasa (16/12/2025), jaksa membacakan dakwaan terhadap Direktur Sekolah Dasar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, Sri Wahyuningsih.

Menurut jaksa, harga laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tidak disertai dengan kajian mendalam atau verifikasi ke pihak penyedia. Harga tersebut hanya berdasarkan pencarian dari marketplace oleh Ibrahim, Viona, dan Jurist Tan. Jaksa menjelaskan bahwa tim teknis tidak melakukan survei mengenai harga laptop Chromebook maupun CDM ke prinsipal atau distributor karena harga telah ditentukan oleh pihak-pihak tersebut.

"Tim teknis tidak melakukan survei mengenai harga laptop Chromebook maupun harga CDM ke prinsipal atau distributor dikarenakan harga laptop Chromebook dan CDM sudah ditentukan oleh Ibrahim Arief alias Ibam dan Viona Handayani, serta Jurist Tan sebesar Rp6 juta per unit," ujar jaksa. "Sementara CDM per unitnya ditentukan seharga Rp400 ribu."

Dalam sebuah rapat via daring, jaksa menyebutkan bahwa total laptop yang diberikan ke tiap sekolah sejumlah 15 unit. Adapun spesifikasi laptop Chromebook yang digunakan berasal dari keinginan Nadiem. Spesifikasinya mencakup laptop dengan layar 13 atau 14 inch, prosesor Intel N4000, RAM 4 gigabyte (GB), dan penyimpanan sebesar 64 GB.

Jaksa mengungkapkan bahwa spesifikasi tersebut diinginkan Nadiem setelah adanya pemaparan dari Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbudristek yang masuk dalam tim teknis, Hamid Muhammad. "Oleh karena laptop Chromebook layar 11 inch terlalu kecil, maka Hamid Muhammad membeli laptop Chromebook dengan layar 14 inch Lenovo S30 Chromebook, Intel N4000, RAM 4GB/64GB, Chrome OS, di marketplace," ujarnya.

Selain Sri Wahyuningsih, dua terdakwa lain turut hadir dalam sidang kali ini, yaitu Direktur SMP pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Tahun 2020-2021, Mulyatsyah, serta eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief. Sementara itu, Nadiem tidak bisa hadir karena masih sakit. Dakwaan terhadapnya akan dibacakan pada sidang pekan depan.

Kerugian Negara Akibat Proyek Laptop Chromebook

Pada kesempatan yang sama, jaksa juga membeberkan daftar 25 pihak yang menerima uang dari hasil proyek laptop Chromebook tersebut. Jaksa menyebutkan bahwa total kerugian negara akibat dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) mencapai Rp2,1 triliun. Proyek ini, menurut jaksa, tidak bermanfaat bagi pendidikan di Indonesia.

"Yang merugikan keuangan negara Rp1.567.888.662.716,74 (Rp1,5 triliun) berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara atas perkara dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2019-2022 Nomor PE.03.03/SR/SP-920/D6/02/2025 tanggal 4 November 2025 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP RI."

Selain itu, kerugian keuangan negara akibat pengadaan Chrome Device Management (CDM) yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat terhadap program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 sebesar 44.540.426 dolar AS atau setidaknya sebesar Rp621.387.678.730 (Rp621,3 miliar) berdasarkan kurs terendah pada bulan Agustus 2020 sampai Desember 2022 sebesar Rp14.105 untuk satu dolar Amerika Serikat.

Jaksa menyebutkan bahwa Nadiem diduga menerima uang sebesar Rp809 miliar dari proyek ini. Berikut adalah 25 pihak lainnya termasuk korporasi yang diduga menerima keuntungan dari proyek laptop Chromebook:

  • Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim: Rp809.590.125.000 (Rp809 miliar)
  • Mantan Dirjen SD Kemendikbudristek, Mulyatsyah: 120 ribu dolar Singapura dan 150 ribu dolar AS
  • Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemendikbudristek, Harnowo Susanto: Rp300 juta
  • Dhany Hamiddan Khoir: Rp200 juta dan 30 ribu dolar AS
  • Direktur Pembinaan SMA Kemendikbudristek 2015-2022, Purwadi Susanto: 7 ribu dolar AS
  • Mantan Direktur Pembinaan SMA Kemendikbudristek, Suhartono Arham: 7 ribu dolar AS
  • PPK Direktorat SD Kemendikbudristek, Wahyu Haryadi: Rp35 juta
  • Kepala Seksi Sarana Direktorat Pembinaan PAUD, Nia Nurhasanah: Rp500 juta
  • Mantan Dirjen Kemendikbudristek, Hamid Muhammad: Rp75 juta
  • Eks Dirjen Pauddikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri: Rp100 juta
  • Plt Sekretaris Dirjen Pauddasmen Kemendikbud, Susanto: Rp50 juta
  • Mantan Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbudristek, Muhammad Hasbi: Rp250 juta
  • Mariana Susi: Rp5.150.000.000 (Rp5,1 miliar)
  • PT Supertone (SPC): Rp44.963.438.116,26 (Rp44,9 miliar)
  • PT Asus Teknologi Indonesia (ASUS): Rp819.258.280,74 (Rp819 juta)
  • PT Terra Data Indonesia (Axioo): Rp177.414.888.525,48 (Rp177 miliar)
  • PT Lenovo Indonesia (Lenovo): Rp19.181.940.080,11 (Rp19 miliar)
  • PT Zyrexindo Mandiri Buana (Zyrex): Rp41.178.450.414,25 (Rp41 miliar)
  • PT Hewlett Packard Indonesia (HP): Rp2.268.183.071,41 (Rp2,2 miliar)
  • PT Gyra Inti Jaya (Libera): Rp101.514.645.205,73 (Rp101,5 miliar)
  • PT Evercoss Technology Indonesia (Evercoss): Rp341.060.432,39 (Rp341 juta)
  • PT Dell Indonesia (Dell): Rp112.684.732.796,22 (Rp112,6 miliar)
  • PT Bangga Teknologi Indonesia (Advan): Rp48.820.300.057,38 (Rp48,8 miliar)
  • PT Acer Indonesia (Acer): Rp425.243.400.481,5 (Rp425,2 miliar)
  • PT Bhinneka Mentari Dimensi: Rp281.676.739.975,27 (Rp281,6 miliar)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan