Jalur laut Papua dijaga ketat, TNI AL kerahkan tiga KRI di perbatasan RI–Papua Nugini

Jalur laut Papua dijaga ketat, TNI AL kerahkan tiga KRI di perbatasan RI–Papua Nugini

MEDIA JABEJABE - Aktivitas di jalur laut perbatasan Papua kembali menjadi perhatian. TNI Angkatan Laut meningkatkan intensitas patroli di perairan Indonesia–Papua Nugini (PNG) dengan mengerahkan tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan.

Langkah ini difokuskan pada wilayah perairan sekitar Jayapura yang dinilai rawan dimanfaatkan sebagai jalur lintas barang ilegal. Dengan kondisi geografis Papua yang terbuka dan memiliki banyak akses laut kecil, pengawasan laut menjadi kunci utama.

Tiga KRI Disiagakan di Perairan Perbatasan

Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) X Jayapura mengoperasikan tiga KRI sebagai unsur utama patroli laut. Kapal-kapal ini bertugas memantau pergerakan kapal asing, mencegah pelanggaran wilayah, serta menekan aktivitas penyelundupan lintas negara.

Menurut laporan Antara News, peningkatan patroli ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan jalur perairan perbatasan tetap terkendali dan aman.

Kapal Patroli Cepat Jadi Andalan di Laut Papua

Dalam operasi pengamanan, TNI AL mengandalkan kapal patroli yang sesuai dengan karakter perairan Papua. Kapal patroli cepat kelas FPB-57, seperti KRI Singa (651), dirancang untuk bergerak lincah di laut dangkal hingga perairan menengah.

Selain itu, TNI AL juga memiliki varian FPB-57 Nav V, di antaranya KRI Layang (635) dan KRI Hiu (634), yang biasa digunakan untuk pemantauan intensif. Kapal-kapal ini dilengkapi sistem navigasi dan persenjataan ringan yang mendukung operasi patroli rutin, sebagaimana dilansir dari Wikipedia.

Untuk area pesisir sempit dan jalur laut kecil, patrol boat kelas Pari atau Dorang turut dioperasikan. Ukurannya lebih ringkas, namun efektif untuk pengawasan jarak dekat di wilayah perbatasan.

Fokus Utama: Cegah Penyelundupan Lintas Negara

Patroli laut ini menargetkan aktivitas ilegal yang kerap memanfaatkan jalur laut RI–PNG. Penyelundupan ganja dan barang terlarang lainnya menjadi perhatian utama aparat laut di kawasan Papua.

“Pengawasan laut diperkuat untuk menutup ruang gerak pelaku penyelundupan,” menurut laporan HT Syndication. Dalam pelaksanaannya, TNI AL juga menggandeng unsur masyarakat pesisir guna memperluas jangkauan pemantauan.

Armada Laut Papua Tak Hanya untuk Keamanan

Di luar operasi pengamanan, TNI AL tercatat beberapa kali mengerahkan kapal perang untuk misi kemanusiaan dan diplomasi ke Papua Nugini. Antara News melaporkan, kapal rumah sakit KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo (WSH-991) serta frigat KRI Raden Eddy Martadinata (REM-331) pernah menjalankan misi terpisah sebagai bagian dari kerja sama bilateral.

Peran ini menunjukkan fungsi ganda armada laut Indonesia, tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga membangun stabilitas kawasan.

Dengan kehadiran tiga KRI dan dukungan kapal patroli cepat, TNI AL mempertegas komitmen menjaga jalur laut Papua tetap aman.

Patroli berlapis di perbatasan RI–PNG diharapkan mampu menekan kejahatan lintas negara sekaligus menjaga ketenangan wilayah timur Indonesia.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan