
nurulamin.pro—Bagi banyak orang Indonesia, makanan kurang afdal tanpa cabai atau sambal. Oleh karena itu, stok cabai di rumah selalu banyak.
Sayangnya, cabai gampang sekali layu dan cepat busuk jika cara penyimpanannya salah. Supaya tidak mubazir, coba lakukan langkah-langkah sederhana ini.
1. Jangan dicuci sebelum disimpan
Cuci cabai hanya saat hendak dimasak. Air membuat permukaan lebih lembap dan mempercepat pembusukan.
Kalau perlu bersihkan sedikit dari kotoran, cukup lap dengan tisu kering atau kain bersih.
2. Singkirkan tangkai dan buang yang jelek
Pisahkan tangkai dari buah cabai, lalu sortir dengan membuang yang sudah lembek atau berjamur.
Jika hanya ada bagian kecil yang rusak, potong bagian itu saja dan simpan sisanya. Hindari menumpuk cabai busuk bersama yang masih bagus karena dapat menular.
3. Gunakan wadah bertutup + alas tisu
Siapkan wadah kedap yang bersih. Lapisi bagian dasar (dan sisi) wadah dengan tisu atau kertas dapur untuk menyerap kelembapan.
Susun cabai tanpa ditekan agar tidak penyok. Beri ruang agar sirkulasi udara sedikit tetap berjalan.
4. Trik tambahan agar lebih awet
Letakkan satu atau dua siung bawang putih kupas di atas cabai. Bawang putih dipercaya membantu mengurangi pertumbuhan kuman permukaan dan juga menjaga aroma. Ganti tisu bila sudah lembap.
5. Simpan di kulkas (bukan freezer)
Tempatkan wadah di rak bawah kulkas atau laci sayuran yang sejuk. Hindari memasukkan ke freezer karena suhu beku merusak tekstur cabai saat dicairkan kembali.
Di kulkas cabai cenderung tahan lebih lama tanpa kehilangan rasa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar