Jangan biarkan cedera mengganggu liburan keluarga! Ini tipsnya

Tips Mengatur Aktivitas Fisik Selama Liburan Natal dan Tahun Baru

Liburan Natal dan Tahun Baru sering menjadi momen yang dinantikan oleh banyak keluarga untuk beristirahat dan menikmati waktu bersama. Selama masa liburan, aktivitas fisik seperti berjalan-jalan saat berwisata, berenang, atau bermain dengan anak kerap dilakukan. Namun, tanpa disadari, aktivitas tersebut sering dilakukan dalam durasi yang panjang, sehingga dapat menguras energi tubuh.

Untuk menghindari kondisi tersebut, dr. Surya Santosa, Sp.KO di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menyarankan agar aktivitas fisik selama liburan dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Ia menjelaskan bahwa tubuh tetap perlu bergerak saat liburan, namun intensitasnya harus diatur. Idealnya, aktivitas fisik dimulai dengan pemanasan ringan, diikuti aktivitas utama dengan durasi dan intensitas yang disesuaikan, serta diakhiri dengan pendinginan. Selain itu, kebutuhan cairan dan waktu istirahat yang cukup sangat penting untuk mencegah kelelahan dan cedera.

Pentingnya Mengetahui Batas Kemampuan Tubuh

Selain soal intensitas, mengenali batas kemampuan tubuh juga menjadi hal penting selama liburan. Jadwal yang padat, keinginan memaksimalkan waktu bersama keluarga, serta perubahan pola makan dan waktu istirahat kerap membuat tubuh lebih cepat lelah. Dalam kondisi ini, tidak sedikit orang tetap memaksakan diri beraktivitas meski tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan, sehingga risiko cedera pun meningkat.

dr. Surya menekankan pentingnya memilih aktivitas yang aman dan inklusif bagi seluruh anggota keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki kondisi fisik yang berbeda, terutama anak-anak dan lansia. Karena itu, penting memilih aktivitas yang sesuai usia dan kemampuan, serta tidak memaksakan diri agar seluruh keluarga tetap dapat menikmati liburan dengan nyaman dan aman.

Aktivitas Fisik Ringan yang Cocok untuk Keluarga

Dalam praktiknya, keluarga dapat memilih aktivitas fisik ringan yang dapat dilakukan bersama, seperti berjalan santai, berenang dengan durasi yang sesuai, atau bermain aktif bersama anak. Selain menjaga kebugaran, aktivitas ini juga mempererat kebersamaan, selama dilakukan secara bertahap dan diselingi waktu istirahat yang cukup.

Perhatian Terhadap Asupan Cairan dan Nutrisi

Selain pengaturan aktivitas, daya tahan tubuh selama liburan juga sangat dipengaruhi oleh asupan cairan dan nutrisi harian. Menurut dr. Oki Yonatan Oentiono, Sp.GK, PNS di Mayapada Hospital Kuningan, perhatian terhadap asupan cairan dan nutrisi selama liburan juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Perubahan pola makan saat liburan, konsumsi makanan tinggi gula atau lemak, serta kurangnya minum air putih dapat menurunkan daya tahan tubuh. Karena itu, penting memastikan asupan cairan yang cukup dan memilih makanan bergizi seimbang agar stamina tetap terjaga, terutama saat beraktivitas di luar ruang.

Layanan Terpadu untuk Kesehatan Keluarga

Dengan dukungan asupan nutrisi dan cairan yang tepat, aktivitas fisik yang dilakukan secara terukur selama liburan justru dapat membantu tubuh tetap bugar serta lebih siap kembali menjalani rutinitas setelah liburan usai.

Dalam mendukung kebugaran anggota keluarga selama maupun setelah liburan Natal dan Tahun Baru, Mayapada Hospital melalui Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan terpadu, mulai dari skrining pra-olahraga, pencegahan dan penanganan cedera, hingga program peningkatan performa dan pemulihan pasca cedera atau operasi.

Layanan ini didukung fasilitas modern seperti gym, VO₂ Max, dan Body Composition Analysis, serta ditangani oleh tim dokter multidisiplin dan fisioterapis berpengalaman.

Akses Informasi Kesehatan yang Mudah

Berbagai informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital juga dapat ditemukan di aplikasi MyCare dalam fitur Health Articles & Tips. Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan